Polisi Menahan Selebgram Brunei Terkait Penganiayaan di Blok M
Seorang selebgram asal Brunei Darussalam bernama Mohamad Irman Ali alias Woodyrman ditahan pihak kepolisian setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap sesama warga negaranya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Insiden yang dilansir dari Detikcom ini mengakibatkan korban berinisial MHF meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama 10 hari.
Aparat kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku melakukan tindakan kekerasan tersebut dalam pengaruh alkohol. Mengenai kondisi korban saat peristiwa terjadi, pihak berwenang masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
"Pelaku dalam kondisi mabuk. Kalau korban (mabuk-tidaknya) nunggu hasil rekam medis," ujar Kanis 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra.
Pihak penyidik menjelaskan bahwa hubungan antara pelaku dan korban merupakan rekan dekat yang sudah saling mengenal. Namun, rincian mengenai kronologi peristiwa penganiayaan tersebut belum dijabarkan secara menyeluruh.
"Teman, sama-sama kenal. Korban dan pelaku sama-sama saling kenal," ucap Dimitri.
Tindakan penganiayaan ini diduga dipicu oleh rasa tidak senang pelaku terhadap korban. Pelaku disebut merasa jengkel setelah mendapatkan teguran dari korban sebelum keributan terjadi.
"Kesal karena ditegur. Nanti lengkapnya saat press rilis aja," kata Dimitri.
Peristiwa keributan yang melibatkan sesama warga negara asing ini berlangsung pada Rabu (6/5) dini hari di Blok M, Jakarta Selatan. Berdasarkan rekaman video yang beredar di masyarakat, kedua belah pihak sempat terlibat adu mulut yang dilerai oleh beberapa orang di sekitar lokasi kejadian.
Sebelum pertikaian memuncak, pelaku diketahui datang ke lokasi kejadian menggunakan sebuah kendaraan bersama rekannya. Pelaku kemudian turun dari mobil sambil membawa sebuah kantong yang diduga menjadi pemicu awal argumentasi di area pintu masuk.
"Sekitar pukul 03.28 WIB, terduga pelaku tiba di lokasi bersama rekannya dengan menggunakan mobil. Saat turun dari kendaraan, terduga pelaku membawa paper bag berwarna hitam yang diduga berisi botol kaca, kemudian menghampiri korban hingga terjadi adu argumentasi di area pintu masuk Blok M Hub," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.