Rangkaian Serangan Drone Rusia di Ukraina Tewaskan Puluhan Warga
Rangkaian serangan drone dan rudal Rusia menghantam pusat perbelanjaan di Kryvyi Rih serta sejumlah wilayah Ukraina sejak Kamis hingga Jumat, 21 Agustus 2026, yang mengakibatkan sedikitnya 32 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Di Kryvyi Rih, kota kelahiran Presiden Volodymyr Zelenskyy, serangan drone menyasar pusat perbelanjaan yang sedang ramai pada Jumat siang. Insiden tersebut menyebabkan 16 orang tewas dan lebih dari 130 orang luka-luka, termasuk 22 anak-anak.
Gubernur wilayah Oleksandr Hanzha melaporkan penanganan darurat terus dilakukan di lokasi kejadian mengingat puluhan korban mengalami luka parah dan beberapa warga masih dalam pencarian.
"Ada 29 orang dalam kondisi serius, termasuk lima anak," kata Hanzha, dikutip dari Reuters.
Hanzha menambahkan bahwa sembilan orang masih dinyatakan hilang, termasuk dua anak, sementara tim penyelamat terus membersihkan puing-puing bangunan pusat perbelanjaan tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam keras aksi tersebut dan menilai adanya dugaan serangan susulan yang disengaja untuk mengincar petugas penyelamat di lokasi kejadian.
"Serangan seperti ini tidak lain adalah tindakan teroris," kata Zelenskyy melalui Telegram.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintahannya untuk membalas tindakan agresor tersebut.
"Kami pasti akan merespons," ujarnya.
Dalam laporan Al Jazeera, Zelenskyy meminta komunitas internasional memberikan tekanan nyata kepada Moskow guna menciptakan perdamaian.
"Dunia harus meresponsnya dengan semestinya—dengan tekanan nyata terhadap agresor. Agar perdamaian mungkin terjadi, Rusia harus menghadapi pertanggungjawaban nyata," kata Zelenskyy.
Selain Kryvyi Rih, serangan drone di wilayah Mykolaiv pada hari yang sama menewaskan empat orang, termasuk tiga anak-anak. Sementara itu, serangan rudal balistik di ibu kota Kyiv pada Kamis, 20 Agustus 2026, menewaskan sedikitnya 17 orang dan memaksa warga berlindung di area bawah tanah. Sebagai respons, Ukraina meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak dan infrastruktur logistik Rusia.