Serangan Drone Ukraina dan Rusia Tewaskan Warga Sipil
Eskalasi serangan drone antara Ukraina dan Rusia pada Sabtu (22/8/2026) menewaskan dua anak di wilayah Rusia selatan serta merenggut nyawa warga sipil di beberapa kota Ukraina, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Aksi saling gempur tersebut menghantam kawasan permukiman dan fasilitas umum. Di distrik Yeysk, wilayah Krasnodar, serangan udara militer Ukraina menyasar rumah warga hingga menyebabkan dua anak meninggal dunia dan orang tua mereka harus dilarikan ke rumah sakit.
"Pagi ini, infrastruktur sipil dan bangunan tempat tinggal di distrik Yeysk diserang oleh drone," kata Veniamin Kondratyev, Gubernur wilayah Krasnodar di Rusia selatan.
Gubernur Condratyev mengecam serangan yang menghantam kawasan pemukiman penduduk tersebut.
"Akibat serangan keji lainnya… Dua anak tewas, dan dua orang dewasa dirawat di rumah sakit," tambahnya.
Di wilayah Samara tengah, serangan drone Ukraina terpisah juga merenggut satu nyawa warga setempat. Sementara itu, pasukan Kyiv turut memperluas gempuran terhadap sektor logistik dengan menyerang gudang pengecer e-commerce Ozon, setelah sebelumnya menargetkan fasilitas online milik Wildberries.
Dari pihak Ukraina, serangan balasan militer Rusia menewaskan satu orang di Kyiv dan satu korban jiwa di Zaporizhzhia. Di Kryvyi Rig, kota kelahiran Presiden Volodymyr Zelensky, sembilan orang dilaporkan hilang akibat hantaman drone Rusia di pusat perbelanjaan pada Jumat sore.
Insiden di pusat perbelanjaan Kryvyi Rig tersebut mengonfirmasi 16 korban tewas dan lebih dari 100 orang luka-luka. Gelombang serangan terbaru ini mencatatkan peningkatan jumlah korban sipil ke tingkat tertinggi sejak fase awal invasi, di saat para pemimpin negara sekutu dijadwalkan menggelar pertemuan pada Senin mendatang guna membahas bantuan tambahan bagi Kyiv.