Serangan Udara AS di Iran Tewaskan Tujuh Warga Sipil

Share

Gempuran udara militer Amerika Serikat yang menyasar infrastruktur sipil di kawasan pesisir Iran dilaporkan telah menewaskan sedikitnya tujuh orang pada Jumat, 17 Juli 2026 dini hari. Dilansir dari media de.euronews.com, serangan pada malam keenam berturut-turut ini menghantam jembatan di Bandar Khamir, stasiun kereta api di Bandar Abbas, serta bandara di Iranshahr untuk melemahkan posisi Teheran di Selat Hormuz. Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa pasukannya telah mengerahkan berbagai alutsista mutakhir untuk menggempur puluhan target militer dan pertahanan udara di wilayah tersebut.

"US Streifkräfte, darunter Kampfflugzeuge, Drohnen und Kriegsschiffe, setzten Präzisionswaffen ein und griffen Dutzende iranische Militäreinrichtungen an, darunter Küstenüberwachungs- und Luftabwehrstellungen, logistische Infrastruktur sowie maritime Fähigkeiten", hieß es dalam pernyataan resmi Komando Pusat AS.

Pihak Iran langsung merespons tindakan tersebut dengan meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di negara tetangga, seperti Bahrain dan Kuwait. "Die Angriffe waren eine Antwort auf die Verbrechen des arroganten Feindes und eine Vergeltung für das Blut der Märtyrer des Vaterlandes", lapor siaran televisi negara Iran.

Konflik ini juga mulai berdampak pada negara sekitar, di mana Kementerian Pertahanan Qatar melaporkan adanya aktivitas pencegatan rudal yang menyebabkan seorang anak terluka akibat serpihan puing. Di sisi lain, ketegangan yang kembali eskalatif ini dinilai telah menghancurkan kesepakatan transisi yang sebelumnya diupayakan untuk mengakhiri perang.

"US-Streitkräfte, darunter Kampfflugzeuge, Drohnen und Kriegsschiffe, setzten Präzisionswaffen ein und griffen Dutzende iranische Militäreinrichtungen an, darunter Küstenüberwachungs- und Luftabwehrstellungen, logistische Infrastruktur sowie maritime Fähigkeiten" Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan optimis dalam pidato nasionalnya di televisi pada Kamis malam waktu setempat mengenai operasi militer ini. "groß gewinnen" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Ia menambahkan bahwa hasil dari pengerahan kekuatan militer berskala besar ini akan segera terlihat dalam waktu dekat.

"sehr, sehr bald" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Hingga saat ini, eskalasi pertempuran di lapangan membuat prospek perdamaian atau kesepakatan baru antara kedua belah pihak masih sangat jauh dari realisasi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author