Singapura Berencana Reklamasi Tiga Pulau Lepas Pantai Lengkap
Pemerintah Singapura merencanakan proyek reklamasi lahan untuk menggabungkan Pulau Semakau, Pulau Bukom, dan Pulau Sudong menjadi satu daratan baru di kawasan selatan Pulau Jurong. Dilansir dari Detikcom, rencana ekspansi wilayah ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam pidato rapat umum Hari Nasional Singapura.
Langkah penggabungan ketiga pulau lepas pantai tersebut difungsikan untuk memperluas kapasitas kawasan industri modern serta infrastruktur energi negara. Lokasi daratan baru ini diproyeksikan mampu menampung pembangkit listrik masa depan guna menjaga ketahanan energi nasional Singapura.
"Ini adalah rencana jangka panjang. Kami sedang mempelajarinya dengan cermat," kata Wong, Perdana Menteri Singapura.
Wong menjelaskan keberhasilan proyek serupa pada pembuatan Pulau Jurong yang kini sukses menjadi pusat energi dan petrokimia global. Reklamasi terpadu dinilai efektif memperkuat posisi strategis Singapura di tengah dinamika gejolak pasokan energi dunia.
"Proyek ini menciptakan banyak lapangan kerja yang baik. Proyek ini memperkuat industri-industri penting di sini. Proyek ini menjadikan Singapura sebagai simpul penting dalam aliran energi global. Semua itu telah memperkuat keamanan dan ketahanan energi kita – sesuatu yang telah kita saksikan berulang kali, terutama baru-baru ini di tengah gejolak di Timur Tengah," kata Wong, Perdana Menteri Singapura.
Kawasan pulau gabungan ini dirancang agar tidak hanya terisolasi pada sektor industri petrokimia konvensional semata. Pengoperasian area baru tersebut disiapkan guna menampung sektor manufaktur canggih dan industri generasi baru.
"Ini dapat mendukung generasi industri baru," kata Wong, Perdana Menteri Singapura.
Berdasarkan catatan Singapore's National Library Board, ketiga pulau yang akan disatukan memiliki fungsi strategis yang berbeda. Pulau Semakau beroperasi sebagai tempat pembuangan akhir lepas pantai pertama Singapura sejak 1999, sementara Pulau Bukom merupakan kompleks fasilitas terpadu minyak dan petrokimia.
Sementara itu, Pulau Sudong yang memiliki luas 208,5 hektare telah difungsikan sebagai kawasan latihan penembakan peluru tajam oleh Angkatan Bersenjata Singapura sejak dekade 1980-an. Area tersebut juga dilengkapi fasilitas landasan pacu darurat militer.