Timnas Skotlandia Bersiap Hadapi Maroko di Piala Dunia
Dua pemain AFC Bournemouth, Ryan Christie dan Ben Gannon-Doak, tengah bersiap membela timnas Skotlandia untuk menghadapi Maroko dalam laga krusial Grup C Piala Dunia pada Jumat malam. Pertandingan ini menjadi ujian besar berikutnya bagi Skotlandia setelah mereka berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Haiti pada laga pembuka grup. Gelandang berpengalaman Ryan Christie menegaskan bahwa fokus seluruh anggota skuad kini telah sepenuhnya beralih ke pertandingan melawan Maroko demi mengamankan tiket lolos ke fase gugur.
"The excitement and stuff of the Haiti game has obviously died down now," kata Christie saat konferensi pers menjelang pertandingan.
Pemain berusia 31 tahun tersebut menambahkan bahwa kemenangan di laga pertama telah membuka peluang besar yang kini harus mereka manfaatkan dengan baik. "We've done that. We've given ourselves that chance now and now we need to go and grasp it, and the first chance to do that is Friday night against Morocco," ujar Christie.
Christie yang bersiap menjalani penampilan ke-70 bersama Skotlandia mengakui tantangan berat dari Maroko selaku salah satu tim terkuat di turnamen ini. "We put the pressure on ourselves," jelas Christie.
Skuad Skotlandia disebutnya memiliki ambisi besar dan sangat bertekad untuk bisa melaju dari fase grup Piala Dunia kali ini. "It's going to be a very tough game on Friday. We knew that going into the draw, so looking forward to it," tutur Christie. Christie juga merefleksikan perjalanan kariernya dari debut internasional hingga akhirnya bisa berkompetisi di panggung tertinggi sepak bola dunia.
"I'd never ever envisioned playing at a Euros, never mind a World Cup," aku Christie.
Ia menyatakan sangat menikmati setiap momen yang dilaluinya sepanjang karier bersama tim nasional. "It's been an incredible journey. I've loved absolutely every moment of it," tambah Christie. Di sisi lain, Ben Gannon-Doak yang baru berusia 20 tahun mencatatkan rekor sebagai pemain termuda yang menjadi starter untuk Skotlandia di Piala Dunia saat melawan Haiti.
Winger Bournemouth ini mengapresiasi kerja keras seluruh tim dalam wawancara di situs resmi klub AFCB.co.uk.
"If I was to look back on the game myself, I am quite happy," ucap Gannon-Doak. Ia merasa senang bisa berkontribusi dalam permainan, namun tetap mengutamakan performa kolektif tim.
"But listen, it's not about me, it's about every single one of the lads who started or came off the bench who were absolutely top drawer," kata Gannon-Doak. Gannon-Doak menekankan pentingnya menjaga momentum kemenangan ini untuk menghadapi sisa pertandingan di fase grup.
"There's no better feeling than winning at anything. Whether that's at footie or playing the PlayStation. Winning is the best feeling ever and there's no better feeling than winning for your country," ungkap Gannon-Doak.
Meski demikian, sang pemain muda mengingatkan timnya untuk tidak meremehkan kekuatan lawan di turnamen ini. "Every team deserves to be here," peringat Gannon-Doak.
Menurutnya, semua tim peserta memiliki kualitas yang baik dan laga berikutnya akan berjalan sengit.
"We know how good the next opponents are and we are very confident we can go into those games and hopefully get a result," pungkas Gannon-Doak. Pengalaman menghadapi tim besar seperti Maroko dan Brasil di Piala Dunia diharapkan dapat membantu perkembangan kedua pemain Bournemouth tersebut sebelum memulai kompetisi Premier League musim 2026/27 dan Liga Europa di bawah asuhan pelatih Marco Rose.