Skotlandia Hadapi Haiti pada Laga Pembuka Grup C Piala Dunia 2026

Share

Tim nasional Skotlandia akan menghadapi tantangan Haiti dalam pertandingan pembuka Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion Boston, Amerika Serikat, pada Minggu (14/6) pukul 08.00 WIB. Pertandingan yang disiarkan langsung oleh TVRI ini menjadi momen kembalinya kedua tim setelah absen puluhan tahun dari kompetisi tertinggi sepak bola dunia tersebut.

Haiti kembali ke Piala Dunia setelah 52 tahun absen sejak penampilan terakhir mereka pada 1974. Tim berjuluk Les Grenadiers tersebut merupakan tim dengan peringkat FIFA terendah di Grup C, yakni posisi 83 dunia, yang juga dihuni oleh Brasil dan Maroko.

Di sisi lain, Skotlandia juga mengakhiri penantian panjang selama 28 tahun untuk kembali berlaga di Piala Dunia setelah terakhir kali berpartisipasi pada edisi 1998. Skuad asuhan Steve Clarke diunggulkan karena diperkuat sederet pemain yang berkiprah di Eropa seperti Scott McTominay dan Aaron Hickey.

Haiti mengandalkan penyerang naturalisasi asal klub Sunderland, Wilson Isidor, yang telah mencetak dua gol dari empat laga terakhirnya. Penyerang yang resmi dinaturalisasi pada Maret 2026 itu berambisi mencetak gol di turnamen ini.

"Sudah 52 tahun sejak Haiti terakhir kali tampil di Piala Dunia dan pencetak gol pertama (Emmanuel Sanon) adalah legenda besar di sana," kata Isidor dikutip dari BBC.

Pemain lini depan tersebut bertekad menyamai pencapaian pendahulunya di ajang internasional ini.

"Saya berharap bisa menjadi yang kedua," tutur Isidor.

Selain Isidor, Haiti juga mengandalkan kiper Johny Placide dari Bastia, bek Hannes Delcroix dari Lugano, serta gelandang Jean-Ricner Bellegarde yang bermain untuk Wolverhampton.

Pelatih Timnas Skotlandia, Steve Clarke, menginstruksikan anak asuhnya untuk mewaspadai pergerakan lini serang Haiti yang dinilai potensial menghadirkan ancaman.

"Mereka memiliki kualitas yang dapat menimbulkan masalah bagi kita di lapangan, jadi kita harus mengatasi masalah tersebut, dan kemudian mencoba menampilkan permainan terbaik kita di lapangan saat menguasai bola," kata Clarke dilansir dari laman resmi FIFA.

Clarke memastikan seluruh dari 26 pemain yang dibawanya berada dalam kondisi siap tempur untuk menghadapi pertandingan ini.

"Saya memiliki 26 superstar di sini. Kami telah membangun semua yang telah kami lakukan selama tujuh tahun terakhir berdasarkan skuad, tim, kebersamaan, dan peran masing-masing pemain pada waktu-waktu tertentu," jelas Clarke.

Kapten Timnas Skotlandia, Andrew Robertson, menyatakan optimisme tinggi mengenai peluang timnya untuk melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026. Bek yang baru direkrut Tottenham Hotspur tersebut menilai turnamen ini sebagai puncak dari kerja keras sepanjang kariernya.

"Saya menyukai perjalanan saya, perjalanan yang saya alami. Banyak kerja keras, banyak pengorbanan, tetapi ganjarannya dan apa yang saya dapatkan sangatlah berharga," kata Robertson seperti dilansir laman resmi FIFA.

Mengenai rekam jejak buruk Skotlandia saat menghadapi kompetitor lain di grup ini pada masa lalu, Robertson menegaskan tim saat ini tidak terpengaruh oleh sejarah terdahulu.

"Saya kira kami adalah orang yang ingin menciptakan sejarah sendiri. Kami mencintai sejarah Timnas Skotlandia, kami mencintai orang-orang pada masa lalu. Kami sangat menghormati mereka," kata Robertson.

Robertson menambahkan bahwa tim fokus penuh pada target lolos dari fase grup untuk pertama kalinya.

"Namun, saya kira tergantung pada kami untuk menuliskan cerita sendiri. Saya kira hasil sebelumnya lawan Brasil atau pertandingan-pertandingan yang lalu tidak berpengaruh pada pertandingan kali ini," ucap Robertson.

Kapten Skotlandia tersebut menegaskan timnya membidik target tinggi untuk mencatatkan rekor baru bagi negaranya.

"Jika kami berhasil lolos dari babak grup dan menjadi tim (Skotlandia) pertama yang melakukannya, maka itu seharusnya menjadi tujuan kami," kata Robertson.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author