Skotlandia Hadapi Maroko demi Cetak Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Tim nasional Skotlandia bersiap mencetak sejarah baru untuk lolos ke babak gugur Piala Dunia saat menghadapi Maroko dalam pertandingan kedua Grup C di Stadion Gillette, Massachusetts, pada Jumat, 19 Juni 2026.
Anak asuh Steve Clarke hanya membutuhkan satu poin untuk mengamankan tiket babak 16 besar setelah pada laga perdana berhasil menumbangkan Haiti dengan skor 1-0.
Pertandingan ini juga menjadi momen pembuktian bagi Skotlandia yang sempat takluk 0-3 dari lawan yang sama pada fase grup Piala Dunia 1998 di Prancis yang menjadi penampilan terakhir mereka sebelum penantian 28 tahun.
Maroko yang kini menempati peringkat keenam FIFA tampil impresif setelah menahan imbang Brasil 1-1 melalui gol Ismael Saibari yang memanfaatkan umpan matang Brahim Diaz.
Gelandang Skotlandia, Ryan Christie, menyadari kekuatan lini serang Maroko yang dihuni pemain berbakat seperti Achraf Hakimi dan bintang muda berusia 18 tahun, Ayyoub Bouaddi.
"We are not naive enough to think that we are going to dominate possession and limit them to zero chances," kata Ryan Christie, gelandang Skotlandia.
Christie menambahkan bahwa timnya harus mampu memanfaatkan setiap peluang kecil untuk bisa menembus pertahanan ketat skuad asuhan Mohamed Ouahbi tersebut.
"But we want to limit those numbers and take the chance when we can, to hurt them," ujar Ryan Christie, gelandang Skotlandia.
Pelatih Skotlandia, Steve Clarke, memperingatkan pasukannya bahwa kekuatan Maroko saat ini jauh lebih tangguh dibandingkan saat mereka menembus babak semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar.
"We are under no illusion about the size of the task," ucap Steve Clarke, pelatih kepala Skotlandia.
Clarke menilai kombinasi kecepatan, kekuatan fisik, dan keterampilan individu para pemain Maroko berpotensi menyulitkan lini pertahanan Skotlandia jika mereka lengah.
"I feel Morocco are a really, really good side. They reached the last four of the last World Cup and I have a feeling this Morocco team is slightly better than that, so that gives you an idea of the task ahead. They have power, they have pace, they have little bits of skill that can open up a game.
For me they are the real deal, a top side. We will have to be at our very best to compete," tutur Steve Clarke, pelatih kepala Skotlandia.
Menghadapi dominasi penguasaan bola Maroko, Clarke mengisyaratkan akan mengubah formasi 4-4-2 yang digunakan saat melawan Haiti menjadi sistem tiga bek sejajar.
"It is a big challenge for us. We give them a lot of respect. We expect they will probably have more of the ball, more possession. We have to make sure that when we have the ball we can be a threat to Morocco," kata Steve Clarke, pelatih kepala Skotlandia.
Meski sadar posisi timnya tidak diunggulkan, Clarke menegaskan bahwa mentalitas sebagai underdog justru sering kali membuat performa para pemain Skotlandia menjadi lebih solid.
"Every system that we have ever played, we have put a lot of work into," ujar Steve Clarke, pelatih kepala Skotlandia.
Ia juga menambahkan bahwa fleksibilitas taktik dan pergantian personel akan disesuaikan demi meredam agresivitas serangan sayap Maroko yang dimotori oleh Brahim Diaz.
"I have shown over my time as head coach that we can play different systems. It is something that we have always wanted to expand on, more systems, different personnel for different games," ucap Steve Clarke, pelatih kepala Skotlandia.
Mantan pelatih West Bromwich Albion tersebut memilih fokus penuh pada taktik di lapangan ketimbang memikirkan berbagai kalkulasi matematis untuk lolos ke fase berikutnya.
"Sometimes the Scottish psyche and mentality is that we are a little more comfortable when we are the underdog. We were the favourites against Haiti and found the game a struggle, but we managed to win. This time we are the underdogs and sometimes Scotland prefer it that way," tutur Steve Clarke, pelatih kepala Skotlandia.
Clarke memastikan kondisi moral timnya sangat baik dan mereka memiliki motivasi tinggi untuk mengamankan poin krusial di dua laga tersisa fase grup.
"You just have to play the game," kata Steve Clarke, pelatih kepala Skotlandia.
Skuad Skotlandia dilaporkan menjalani sesi latihan dengan intensitas tinggi jelang laga penentu ini di Foxborough.
"The first thing is to try and win, if you can’t win then don’t lose. Permutations and whatever else is for you guys [the media] and all the punters to think about, not for us," ujar Steve Clarke, pelatih kepala Skotlandia.
Di sela-sela persiapan teknis, Clarke juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Donny Strathie, seorang suporter setia Skotlandia berusia 76 tahun yang wafat di Boston selepas laga melawan Haiti.
"The players feel good about themselves. They wanted to win a game at a major tournament and have done that. Now they want the next step, which is to get what we need out of the next two games to make a little bit of history for Scotland.
The training was electric today. We feel good," ucap Steve Clarke, pelatih kepala Skotlandia.
Para pendukung Skotlandia dilaporkan telah menyiapkan aksi penghormatan berupa tepuk tangan bersama pada menit ke-76 di dalam stadion untuk mengenang mendiang Strathie.
"In among all the good news that has come out the World Cup for Scotland, that is obviously very sad for his family; his daughters, his grandchildren," tutur Steve Clarke, pelatih kepala Skotlandia.
Setelah menghadapi Maroko di Massachusetts, Skotlandia dijadwalkan terbang ke Miami untuk melakoni laga pamungkas babak penyisihan grup melawan juara dunia lima kali, Brasil.
"My thoughts and condolences are with his family," kata Steve Clarke, pelatih kepala Skotlandia.
| Country | Broadcaster(s) |
|---|---|
| United States | FOX Network, fuboTV, Telemundo, Telemundo Deportes En Vivo, FOX One |
| Canada | TSN+, TSN3, TSN 4, RDS, RDS App |
| Mexico | ViX Mexico |
| United Kingdom | ITV 1 UK, ITVX, STV Scotland, STV Player |