Steve Clarke Siapkan Perubahan Taktik Skotlandia Hadapi Maroko

Share

Pelatih tim nasional Skotlandia Steve Clarke mengisyaratkan bakal merombak formasi timnya menjelang laga krusial menghadapi Maroko pada pertandingan kedua Grup C Piala Dunia 2026.

Langkah taktis ini diambil setelah Clarke menilai kekuatan skuad Maroko saat ini telah berkembang jauh lebih baik dibandingkan saat tim Afrika Utara tersebut menembus babak semifinal pada edisi dua tahun lalu.

Kewaspadaan tinggi Skotlandia muncul setelah Maroko sukses menahan imbang tim tangguh Brasil dengan skor 1-1 pada pertandingan pembuka grup.

“Kami tidak punya ilusi mengenai besarnya tantangan yang akan dihadapi. Maroko adalah tim yang sangat kuat. Mereka mencapai empat besar di Piala Dunia terakhir dan saya merasa tim yang sekarang sedikit lebih baik dari saat itu,” kata Steve Clarke, Pelatih Skotlandia.

Clarke menambahkan bahwa kualitas komplet yang dimiliki Maroko menjadi alasan utama perubahan pendekatan strategi, terutama kemampuan individu lawan yang dinilai sangat berbahaya.

“Mereka punya kekuatan, kecepatan, dan kemampuan individu yang bisa membuka pertandingan kapan saja. Bagi saya, mereka adalah tim papan atas dan kami harus berada di level terbaik untuk bisa bersaing,” lanjut Steve Clarke, Pelatih Skotlandia.

Harian Disway melaporkan bahwa Skotlandia kemungkinan besar akan menanggalkan formasi 4-4-2 yang sebelumnya digunakan untuk menumbangkan Haiti dengan skor 1-0 melalui gol tunggal John McGinn.

Skema alternatif yang sedang dipertimbangkan adalah formasi tiga bek yang sempat diuji coba oleh Clarke dalam laga persahabatan melawan Pantai Gading pada Maret lalu.

Meski dihadapkan pada perubahan sistem permainan, Clarke menegaskan bahwa anak asuhnya memiliki fleksibilitas taktik yang tinggi untuk beradaptasi dengan karakter permainan lawan yang berbeda.

“Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencoba menang. Jika tidak bisa menang, maka jangan kalah. Semua kemungkinan dan perhitungan itu biarlah menjadi urusan media dan para pendukung,” ujar Steve Clarke, Pelatih Skotlandia.

Posisi sebagai tim yang tidak diunggulkan dalam pertandingan ini justru dipandang Clarke sebagai sebuah keuntungan psikologis yang membuat pasukannya bermain tanpa beban.

“Ketika menghadapi Haiti kami menjadi favorit dan pertandingan berjalan cukup sulit. Kali ini kami adalah tim yang tidak diunggulkan dan terkadang Skotlandia lebih menyukai situasi seperti itu,” kata Steve Clarke, Pelatih Skotlandia.

Kemenangan tipis atas Haiti kini menempatkan Skotlandia di puncak klasemen sementara Grup C dan memberikan suntikan motivasi besar bagi seluruh anggota tim.

“Para pemain merasa sangat baik. Mereka ingin memenangkan pertandingan di turnamen besar dan sudah melakukannya. Sekarang target berikutnya adalah mendapatkan hasil yang kami butuhkan dari dua laga tersisa untuk menciptakan sedikit sejarah bagi Skotlandia,” tutur Steve Clarke, Pelatih Skotlandia.

Di tengah persiapan taktik tersebut, suasana tim nasional Skotlandia juga diselimuti duka setelah kabar meninggalnya Donny Strathie, seorang suporter berusia 76 tahun di Boston usai menyaksikan laga perdana tim.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author