Luis de la Fuente Umumkan Skuad Spanyol Tanpa Pemain Real Madrid

Share

Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente resmi mengumumkan daftar 26 pemain untuk putaran final Piala Dunia 2026 pada Senin (25/5/2026). Pengumuman ini mengejutkan publik karena tidak menyertakan satu pun pemain dari klub Real Madrid.

Dilansir dari CNN Indonesia, Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada menjadi tuan rumah turnamen yang diikuti oleh 48 tim ini mulai 11 Juni hingga 19 July 2026. Sebanyak 16 stadion siap menggelar total 104 pertandingan sepanjang ajang tersebut.

Dominasi total ditunjukkan oleh Barcelona yang mengirimkan delapan pemain ke dalam skuad pilihan De la Fuente. Penggawa Blaugrana yang dipanggil meliputi Lamine Yamal, Pedri, Gavi, Pau Cubarsi, Ferran Torres, Joan Garcia, Eric Garcia, dan Dani Olmo.

"Bagian tersulit dari pekerjaan ini adalah mencoret pemain yang sudah menjadi bagian dari grup ini atau yang sebenarnya layak masuk berdasarkan kualitas mereka. Kami harus terus bekerja dan saya yakin suatu hari nanti kami akan bertemu lagi," ujar Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Spanyol datang dengan status sebagai juara Piala Eropa 2024 yang membuat mereka diunggulkan sebagai salah satu kandidat kuat peraih trofi emas. Kendati demikian, sang pelatih memilih untuk bersikap realistis mengenai peluang timnya.

"Kami merasa mampu memenangkan Piala Dunia, tetapi itu tidak menjamin apa pun. Ada tim-tim lain dengan level yang sama yang juga merupakan kandidat kuat juara," tutur Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Keputusan De la Fuente meninggalkan pilar Real Madrid seperti Dani Carvajal dan Dean Huijsen memicu perdebatan kedaerahan di kalangan suporter. Namun, arsitek berusia 64 tahun itu menegaskan netralitasnya dalam memilih komposisi tim.

"Saya adalah pelatih tim nasional, dan saya tidak melihat dari mana para pemain berasal. Mereka adalah pemain timnas; saya tidak melihat klub mana pun," ucap Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

De la Fuente juga tidak memusingkan jumlah dominasi pemain dari satu klub tertentu. Ia pun langsung menepis keraguan publik mengenai pemanggilan Gavi yang baru saja menyelesaikan proses pemulihan cedera panjang.

"Saya tidak tahu apakah ada delapan pemain- dan jika saya tahu, saya pun sudah lupa. Mereka hanyalah pemain timnas, tidak lebih," kata Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Kehadiran gelandang muda tersebut dianggap krusial bagi keharmonisan ruang ganti La Furia Roja. De la Fuente menilai sang pemain memiliki tempat khusus di hati seluruh anggota tim.

"Dan Gavi adalah pemain yang sangat dicintai dan sangat dihargai. Mengenai kemampuan sepak bolanya, saya hampir tidak perlu mengatakannya kepada siapa pun," katanya melanjutkan Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Persaingan ketat juga terjadi di sektor penjaga gawang yang dihuni oleh Unai Simon, David Raya, dan Joan Garcia. Berdasarkan laporan sport.detik.com, De la Fuente enggan terburu-buru menentukan siapa yang akan menjadi kiper utama.

"Saya terkejut orang-orang cuma membicarakan Unai dan Joan. Ayo kita bahas David Raya dong. Saya sih tenang-tenang saja ya. Lihat tiga kiper yang kami miliki… mereka adalah yang terbaik di dunia. Tak peduli seperti apa perdebatannya nanti, kami yakin sudah membuat keputusan tepat, tenang saja," ujar Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Ketiga penjaga gawang tersebut memiliki catatan gemilang di level klub sepanjang musim ini. Sang pelatih menegaskan bahwa setiap nama yang dibawa memiliki kompetensi setara untuk masuk dalam sebelas pertama.

"Daftar pemain kami sudah dipertimbangkan dan dianalisa secara matang. Kami sudah memikirkannya selama berbulan-bulan. Kami punya tiga kiper terbaik dunia, dan siapapun yang dibawa berpotensi jadi starter. Kami punya tiga kiper berkualitas dan bisa diandalkan," tutur Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Fokus perhatian tim pelatih juga tertuju pada Lamine Yamal yang masuk rombongan meski sempat menderita cedera otot paha belakang di akhir musim domestik. Dilansir dari goal.com, De la Fuente sangat optimis mengenai peran penyerang berumur 18 tahun itu.

"Dia sangat bersemangat. Dia sangat antusias. Dia masih sangat muda tapi sangat matang. Dan dia tahu ini adalah saatnya. Dan dalam hidup, kamu harus memanfaatkan setiap kesempatan," kata Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Yamal tercatat membukukan 24 gol dan 18 assist dari 45 laga bersama Barcelona musim ini. Tim pelatih memandang turnamen di Amerika Utara ini sebagai panggung krusial bagi sang pemain.

"Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan kita di Piala Dunia berikutnya. Dan ini adalah momen Lamine Yamal. Dia sangat bagus, dan dia akan semakin baik seiring rekan-rekan setimnya membantunya tampil maksimal. Menurut saya, kami memiliki pemain-pemain terbaik di dunia di banyak posisi, dan itu akan membantunya tampil lebih baik lagi," ucap Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Tim pelatih terus memantau proses pemulihan kebugaran Yamal dan Mikel Merino selama pemusatan latihan. Manajemen skuad disiapkan secara matang agar seluruh pemain siap menghadapi ketatnya persaingan grup.

"Kondisi para pemain yang cedera baik, mengingat tahap pemulihan masing-masing. Mereka semua, secara optimis, akan tersedia untuk pertandingan pertama. Kemudian, kami akan menilai apakah akan menguntungkan bagi mereka untuk bermain di pertandingan pertama. Namun, fokus kami tertuju pada sesuatu yang lebih dari sekadar pertandingan pertama," tambah Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Berdasarkan laporan ANTARA, Spanyol menargetkan hasil maksimal sejak laga pembuka bulan depan. De la Fuente menuntut dedikasi tinggi dari seluruh pemain dalam menghadapi setiap lawan yang datang.

"Memainkan setiap pertandingan seolah itu adalah laga terakhir kami, menghormati lawan, dan siap bersaing untuk meraih pencapaian tertinggi. Satu-satunya hal yang kami minta adalah usaha, kerja keras, dan dedikasi. Hasil akan mengikuti dengan sendirinya," katanya dikutip dari FIFA oleh Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Kombinasi antara pemain muda bertalenta dengan sosok senior yang sarat pengalaman menjadi strategi utama Spanyol. Formasi ini diharapkan mampu memberikan keseimbangan permainan di lapangan.

"Masih ada banyak ruang untuk berkembang. Kami memiliki kelompok pemain yang sangat berbakat, tetapi banyak dari mereka masih sangat muda. Menggabungkan mereka dengan pemain-pemain yang lebih berpengalaman memberi kami stabilitas dan arah yang jelas," kata Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Pendekatan khusus juga diberikan kepada Yamal yang sudah menembus tim utama sejak usia 16 tahun. De la Fuente menekankan pentingnya pembentukan karakter yang seimbang bagi sang penyerang sayap.

"Dia masih sangat muda. Dia debut bersama kami pada usia 16 tahun. Sekarang dia berusia 18 tahun dan kami menanamkan prinsip-prinsip dasar sepak bola kepadanya," kata Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Proses bimbingan ini diharapkan membuat performa luar biasa Yamal di atas lapangan berbanding lurus dengan kepribadiannya di luar arena sepak bola.

"Ini tentang mengajarkan nilai-nilai yang harus dia miliki, baik dalam sepak bola maupun kehidupan. Keduanya harus berjalan beriringan," ujar Luis de la Fuente melengkapi Pelatih Timnas Spanyol.

Di babak penyisihan, Spanyol masuk ke dalam Grup H dan akan melakoni laga perdana melawan Tanjung Verde pada Senin, 15 Juni 2026, pukul 23.00 WIB di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta. La Furia Roja kemudian bersua Arab Saudi pada Minggu, 21 Juni 2026, sebelum menutup fase grup kontra Uruguay di Stadion Akron, Guadalajara, pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author