Carlo Ancelotti Turunkan Skuad Tertua Brasil Sejak Final 1962

Share

Pelatih Carlo Ancelotti menurunkan susunan pemain Timnas Brasil dengan rata-rata usia tertua sejak final Piala Dunia 1962 saat menghadapi Haiti dalam laga kedua Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion Lincoln Financial Field, Filadelfia, Amerika Serikat, pada Jumat (19/6/2026).

Data dari Opta yang dilansir Band mengungkapkan bahwa rata-rata usia skuad Selecao dalam pertandingan ini mencapai 30 tahun 190 hari. Catatan tersebut mendekati rekor final Piala Dunia 1962 melawan Tchecoslováquia dengan rata-rata usia pemain 30 tahun 216 dias.

Ancelotti memasang lima pemain berusia di atas 30 tahun, yaitu Alisson (33), Danilo (34), Marquinhos (32), Douglas Santos (32), dan Casemiro (34), ditambah Raphinha yang akan menginjak usia 30 tahun ini. Keputusan Ancelotti yang tidak memasukkan penyerang muda Endrick (19) sebagai starter memicu kritik keras dari netizen di media sosial.

Legenda sepak bola Brasil, Zico, turut mengkritik performa kolektif timnas setelah hasil imbang 1-1 melawan Maroko pada laga pembuka. Berbicara kepada Esporte Record, mantan pelatih Jepang itu menyoroti kurangnya komunikasi di lapangan serta memberikan pandangan khusus mengenai Neymar dan Endrick.

"em alguns momentos se afastou um pouco daquilo que é mais importante na vida dele que é o futebol, o profissional de futebol" kata Zico, Legenda Brasil.

Zico menambahkan bahwa dengan kejeniusan yang dimiliki, Neymar akan selalu menghadapi tekanan besar. Di sisi lain, ia memberikan dukungan penuh kepada Endrick yang dinilai memiliki kepribadian kuat dan siap menjadi pembeda.

"Endrick não tem problema de idade, de juventude, de nervosismo, não tem nada. É a personalidade dele" ujar Zico, Legenda Brasil.

Zico menilai penyerang muda tersebut sangat agresif dalam mengganggu pertahanan lawan. Menurutnya, karakteristik tersebut sangat mirip dengan para pemain legendaris Brasil terdahulu.

"Ele vai lá, corre atrás, atrapalha o zagueiro, perturba o zagueiro, está atento a tudo. É um jogador típico dos brasileiros antigos. Ancelotti sabe que tem um trunfo na mão" tambah Zico, Legenda Brasil.

Zico juga menyoroti kelemahan taktis Brasil saat ditahan imbang oleh Maroko pada laga perdana. Menurutnya, gaya permainan tim nasional saat itu sangat mudah diantisipasi oleh lawan.

"Estava fácil marcar o Brasil. Eu acho que está faltando um pouco de diálogo ali e um pouco de iniciativa dos próprios jogadores dentro do campo" tutur Zico, Legenda Brasil.

Sementara itu, mantan pelatih dan kapten juara dunia 1994, Dunga, menilai tingginya desakan publik agar Endrick bermain merupakan hal yang wajar dalam turnamen besar. Kepada No Ataque, Dunga menyatakan situasi ini biasa terjadi ketika tim belum memberikan performa maksimal.

“Todo mundo briga pelo espaço. Nós, brasileiros, a gente sempre pega um jogador nas Copas e tenta fazer pressão para jogar. Acredito que todos têm condições de entrar e jogar.

A a gente não conseguiu fazer gols, não tem performance boa, então, especula-se sempre um nome. Ele tem entrado e dado respostas. Acredito que ele terá o momento dele hoje” kata Dunga, Mantan Pelatih Brasil.

Dunga juga memaklumi performa kurang meyakinkan Brasil di laga pertama akibat faktor non-teknis seperti kecemasan dan tekanan laga pembuka. Meski begitu, ia optimistis kolektivitas tim akan meningkat pada laga kedua.

“Estreia sempre é difícil, tem ansiedade, nervosismo, expectativa. Brasil não fez jogo bom coletivo nem individualmente, mas conseguiu empate. hoje, seguramente vai jogar melhor e ter um ótimo jogo” ucap Dunga, Mantan Pelatih Brasil.

Sebelum pertandingan Brasil melawan Haiti berlangsung, laga lain di Grup C antara Maroko dan Escócia berakhir di Gilette Stadium. Gol cepat Saibari pada detik ke-69 membawa Maroko meraih kemenangan atas Escócia, yang dilaporkan Folha de S.Paulo menjadi gol tercepat di turnamen ini.

Persaingan di Grup C menempatkan Escócia di posisi atas setelah sebelumnya mengalahkan Haiti. Brasil saat ini berada di peringkat ketiga grup dengan raihan satu poin, tepat di bawah Maroko yang unggul dalam kriteria poin kedisiplinan kartu kuning, sementara Haiti berada di posisi juru kunci tanpa poin.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author