SMAN 1 Bontang Juara LCC Empat Pilar MPR RI Kaltim 2026
Kompetisi sengit Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melahirkan juara baru. SMAN 1 Bontang sukses merebut tiket emas untuk mewakili Provinsi Kaltim di tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta, seperti diberitakan oleh Detikcom.
"Grup B SMAN 1 Bontang dari Bontang sebagai pemenang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur dan berhak mewakili Provinsi Kalimantan Timur ke Tingkat Nasional," ujar Dewan Juri dari Universitas Mulawarman (UNMUL) Alim Salamah, dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).
Sebelumnya, sembilan sekolah berhasil masuk dalam babak penyisihan tingkat provinsi setelah melewati persaingan di tingkat kota/kabupaten. Sembilan sekolah yang tersaring adalah SMA Nasional KPS, SMAN 1 Tenggarong, SMAN 10 Samarinda, MAN Kutai Barat, SMAN 2 Berau, SMAN 1 Sangatta Utara, SMKN 1 Bontang, SMAN 1 Bontang, dan MAN Insan Cendekia Paser.
Seluruh sesi dilewati oleh peserta, mulai dari sesi pertama yaitu 'Wawasan Empat Pilar' berupa jawab cepat secara bergiliran. Sesi kedua beralih ke format 'Tematik' yang menuntut argumen pro dan kontra terhadap studi kasus lewat undian spin acak. Terakhir, sesi 'Rebutan' mengadu ketangkasan individu untuk menjawab pertanyaan secara mandiri.
Pada babak penyisihan pertama, Grup C SMAN Sangatta Utara menang dengan 80 poin, mengalahkan Grup A SMAN 10 Samarinda (55 poin) dan Grup B SMA Nasional KPS (40 poin). Babak penyisihan kedua dimenangkan Grup C SMAN 1 Bontang dengan 105 poin, mengalahkan Grup B SMAN 1 Tenggarong (80 poin) dan Grup A SMAN 2 Berau (35 poin).
Sementara di babak penyisihan ketiga, Grup C MAN Insan Cendekia Paser unggul dengan 100 poin, mengalahkan Grup B SMKN 1 Bontang (70 poin) dan Grup A MAN Kutai Barat (40 poin). Tiga babak penyisihan itu menyisakan tiga sekolah yaitu SMAN Sangatta, SMAN 1 Bontang, dan MAN Insan Cendekia Paser.
Ketiga sekolah bertanding ketat memperebutkan tiket menuju final nasional di Jakarta. Grup B SMAN 1 Bontang akhirnya memenangkan lomba dengan perolehan nilai 95 poin, mengalahkan Grup C MAN 1 Cendekia Paser dengan nilai 90 poin, dan Grup A SMAN 1 Sangatta Utara dengan nilai 60 poin.
Perwakilan peserta dari SMAN 1 Bontang Khairunnisa mengatakan kemenangan ini didapatkan dengan waktu persiapan yang singkat dan berbenturan dengan jadwal ujian, namun keberhasilan pada akhirnya didapatkan karena konsistensi dan solidaritas tim.
"Kita mengutamakan konsistensi dan saling memberikan bantuan satu sama lain. Jadi kalau misalnya teman mengalami kesulitan dalam memahami materi sebelum persiapan lomba ini, kita saling membantu," kata Khairunnisa.
Meskipun fokus sempat terpecah karena ujian semester, mereka tetap konsisten melakukan pendalaman materi di hari-hari terakhir menjelang kompetisi.
"Tadi malam adalah perjuangan yang sesungguhnya, karena ada yang cuman tidur satu jam, ada yang cuman tidur dua jam," ungkap Khairunnisa.
Khairunnisa membeberkan persiapan awal tim sebenarnya sudah dimulai sejak sebulan yang lalu. Namun, intensitas latihan baru benar-benar ditingkatkan memasuki tiga hari terakhir sebelum lomba, melalui simulasi dan pembedahan pasal-pasal. Mereka menerapkan metode saling menyimak hafalan secara bergantian agar bisa mendeteksi sekaligus menutupi kekurangan dari masing-masing anggota tim.
Khairunnisa juga menyatakan tantangan di Jakarta akan membutuhkan persiapan yang jauh lebih matang.
"Mungkin nanti porsi belajar kita lebih kita tambah lagi, kemudian solidaritas kita juga saling mendukung satu sama lain, dan dari jam latihan itu sendiri," tutur Khairunnisa mengenai kesiapan timnya menuju ibu kota.
Sementara itu, Guru Pendamping sekaligus Guru PPKN SMAN 1 Bontang Miftahul Fadli Sudirman menyebut peta persaingan tahun ini sangat dinamis, di mana ketiga sekolah yang berhasil menembus babak final bukanlah finalis dari tahun lalu. Bahkan, ketiganya sama sekali tidak ikut serta dalam LCC Empat Pilar MPR RI pada edisi sebelumnya.
SMAN 1 Bontang sendiri sempat tertinggal dalam perolehan poin. Namun, berkat kerja keras dan sedikit keberuntungan, mereka berhasil mengejar hingga akhirnya keluar sebagai Juara 1. Menghadapi tiket menuju tingkat nasional di Jakarta, SMAN 1 Bontang kini bersiap menaikkan level latihan mereka. Miftahul menegaskan fokus utamanya saat ini adalah menjaga konsentrasi para siswa agar bisa tampil lebih maksimal.
Miftahul menyebut kemenangan ini menjadi momen kembalinya SMAN 1 Bontang setelah cukup lama vakum. Terakhir kali sekolah ini berpartisipasi dan berhasil menembus tingkat provinsi adalah pada tahun 2019 lalu. Setelah sekian lama absen, Miftahul mengaku timnya perlu banyak penyesuaian karena sistem perlombaan yang sudah jauh berubah.
"Untuk menyiasatinya, kami banyak mencari referensi melalui media sosial, terutama dengan mempelajari video-video final lomba di provinsi sebelumnya. Dari sanalah kami banyak belajar, mengevaluasi diri, dan mencoba beradaptasi dengan perkembangan perlombaan LCC Empat Pilar hari ini," ujar Miftahul.
Tantangan terbesar yang dihadapi SMAN 1 Bontang sebenarnya terletak pada persiapan internal tim yang sangat mepet. Dari 10 siswa yang tergabung dalam tim, tidak semuanya memiliki pengalaman dalam lomba cerdas cermat. Tercatat hanya ada dua siswa yang kebetulan pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Miftahul juga menambahkan ia mengaku sangat bangga dan mengapresiasi Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI yang telah menunjukkan upayanya dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI. Termasuk mengakomodasi berbagai masukan yang muncul pada kompetisi sebelumnya. Berbagai pembaharuan dalam mekanisme perlombaan kali ini dinilai membuat kompetisi ini berlangsung lebih transparan, objektif, dan akuntabel.
"Kami sangat mengapresiasi pihak MPR RI atas pelaksanaan lomba yang dinilai semakin baik dan transparan. MPR mau mendengar keluhan masyarakat dan langsung melakukan evaluasi," kata Miftahul.
"Hal itu terlihat sejak babak penyisihan di mana panitia sudah menyiapkan sistem perekaman yang baik," sambungnya.
Salah satu pembaruan yang menjadi perhatian adalah penerapan sistem Video Assistant Referee (VAR) sebagai instrumen pendukung proses penilaian. Inovasi tersebut diperkenalkan oleh Kepala Biro (Kabiro) Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Setjen MPR RI Dr Wachid Nugroho saat memberikan pengarahan dalam technical meeting sehari sebelum perlombaan berlangsung, Jumat (12/6) sore.
"Tahun ini ada beberapa pembaharuan dalam perlombaan, salah satunya menerapkan sistem VAR. Jadi, jika ada perselisihan (dispute) atau ketidakpuasan terkait hasil, juri akan menilai kembali melalui rekaman video yang bisa dilihat bersama," kata Wachid.
"Langkah ini kita ambil agar kompetisi berjalan lebih terbuka, jujur, dan akuntabel," sambungnya.
Melalui sistem tersebut, setiap tahapan lomba sejak babak penyisihan direkam sehingga dapat digunakan sebagai bahan peninjauan ulang apabila muncul keberatan terhadap hasil pertandingan, sekaligus memperkuat integritas proses penjurian. Selain mengumumkan juara perwakilan LCC, dinobatkan juga peraih juara yel-yel terbaik yang diraih SMAN 1 Sangatta Utara, SMAN Tenggarong, dan SMKN 1 Bontang.
| Babak | Sekolah/Grup | Poin |
|---|---|---|
| Penyisihan 1 | SMAN Sangatta Utara (Grup C) | 80 |
| Penyisihan 1 | SMAN 10 Samarinda (Grup A) | 55 |
| Penyisihan 1 | SMA Nasional KPS (Grup B) | 40 |
| Penyisihan 2 | SMAN 1 Bontang (Grup C) | 105 |
| Penyisihan 2 | SMAN 1 Tenggarong (Grup B) | 80 |
| Penyisihan 2 | SMAN 2 Berau (Grup A) | 35 |
| Penyisihan 3 | MAN Insan Cendekia Paser (Grup C) | 100 |
| Penyisihan 3 | SMKN 1 Bontang (Grup B) | 70 |
| Penyisihan 3 | MAN Kutai Barat (Grup A) | 40 |
| Final | SMAN 1 Bontang (Grup B) | 95 |
| Final | MAN 1 Cendekia Paser (Grup C) | 90 |
| Final | SMAN 1 Sangatta Utara (Grup A) | 60 |