SNB Tahan Suku Bunga Utama di Level Nol Persen
Bank Sentral Swiss (SNB) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan utamanya tidak berubah pada level 0 persen dalam asesmen kebijakan moneter pada Kamis, 18 Juni 2026. Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian geopolitik global dan peningkatan kesiapan bank sentral untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing guna meredam penguatan mata uang franc Swiss.
Dilansir dari cnbc.com, kebijakan untuk mempertahankan biaya pinjaman ini berada jauh di bawah tingkat suku bunga yang diterapkan oleh bank-bank sentral utama dunia lainnya. Sebagai perbandingan, Bank Sentral Eropa (ECB) telah menaikkan suku bunga acuannya sebesar seperempat poin menjadi 2,25 persen awal bulan ini, sementara Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,5 persen hingga 3,75 persen.
Selain menetapkan suku bunga utama, SNB mengumumkan bahwa simpanan giro bank yang ditempatkan di SNB akan diberikan remunerasi setinggi suku bunga kebijakan sampai batas tertentu. Berdasarkan laporan marketscreener.com, diskon untuk simpanan giro di atas ambang batas tersebut tidak berubah sebesar 0,25 poin persentase.
Ketua Dewan Direksi SNB, Martin Schlegel, menjelaskan bahwa pecahnya konflik di Timur Tengah pada 28 Februari awalnya memicu tekanan kenaikan pada franc Swiss akibat para investor yang mencari status aset aman. Meskipun tekanan tersebut saat ini telah mereda, potensi penguatan yang cepat dan berlebihan tetap diantisipasi demi menjaga stabilitas harga.
"If necessary, our readiness to intervene in the FX market is increased," ujar Martin Schlegel, Chairman of the SNB's Governing Board.
Schlegel menambahkan kepada CNBC bahwa ketidakpastian masih sangat tinggi dan perkembangan situasi di Timur Tengah sangat berpengaruh. Apresiasi franc Swiss yang kuat dan cepat dinilai dapat membahayakan stabilitas harga di negara tersebut sehingga komitmen intervensi tetap ditingkatkan.
"As the interest rate differentials with other countries have widened, the Swiss franc has depreciated somewhat. However, the geopolitical situation remains uncertain. The risk of strong upward pressure thus persists," kata Martin Schlegel, Chairman of the SNB's Governing Board.
Berdasarkan data SNB, inflasi di Swiss meningkat dari 0,1 persen pada Februari menjadi 0,6 persen pada Mei akibat kenaikan harga produk minyak. Bank sentral memproyeksikan inflasi tahunan rata-rata sebesar 0,6 persen untuk tahun 2026, 0,6 persen untuk tahun 2027, dan 0,7 persen untuk tahun 2028 dengan asumsi suku bunga kebijakan tetap di level 0 persen.
Meskipun situasi makroekonomi global menantang, aktivitas ekonomi Swiss dinilai tetap berdaya tahan. SNB memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Swiss akan berada di kisaran 1 persen untuk keseluruhan tahun 2026 dan meningkat menjadi sekitar 1,5 persen pada tahun 2027.
Risiko utama bagi prospek ekonomi Swiss saat ini adalah perkembangan ekonomi global, terutama potensi memburuknya situasi di Timur Tengah serta ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Langkah intervensi mata uang oleh SNB sendiri sebelumnya sempat menuai kritik dari AS yang menuduh Swiss melakukan manipulasi mata uang hingga menjatuhkan tarif 39 persen tahun lalu.
Sementara itu, dari sesi pasar Eropa pada hari yang sama, melansir investinglive.com, Bank of England (BoE) juga diperkirakan akan menahan suku bunga utamanya di level 3,75 persen menyusul penurunan harga minyak mentah Brent di bawah 80 dolar AS per barel setelah berakhirnya perang AS-Iran.