Sinetron Terikat Janji Episode 77 Hadirkan Konflik Medis dan Pengejaran

Share

Kondisi medis darurat mendominasi alur cerita sinetron Terikat Janji Episode 77 yang dijadwalkan tayang pada Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 19.00 WIB di RCTI. Cerita terbaru ini menyoroti ketegangan keluarga akibat kondisi kritis Pak Novan serta pencarian intensif terhadap karakter Danang Sunandar.

Dilansir dari journalarta.com, Pak Novan dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami syok anafilaksis. Kejadian ini memicu tuduhan sepihak dari Mayang kepada Sena yang membawa suaminya ke fasilitas medis tersebut.

“Jadi kamu yang bawa suami saya ke sini kok bisa ya? Atau jangan-jangan kamu sengaja mencelakai suami saya karena dia melarang kamu untuk mendekati Davina?” tuduh Mayang tajam.

Sena segera menyangkal tuduhan tersebut karena dirinya justru berniat menyelamatkan nyawa Pak Novan.

“Kalau memang saya niat untuk mencelakai Om Novan, nggak mungkin saya bawa ke sini Tante. Saya biarin saja di lapangan kehabisan napas,” jawab Sena.

Pihak medis yang menangani Pak Novan kemudian memberikan penjelasan resmi mengenai diagnosis penyakit yang diderita pasien kepada Davina dan Jihan.

“Pak Novan mengalami anafilaksis, yaitu suatu reaksi alergi yang berlebihan yang bisa mengancam nyawa. Alergi ini disebabkan oleh sengatan tawon. Pada sebagian orang yang memiliki riwayat alergi, sengatan tawon bisa merespons secara berlebihan terhadap sistem imun sehingga Pak Novan mengalami sesak napas, bahkan tadi sekujur tubuhnya sempat membiru,” terang sang dokter.

Ketegangan berpindah ke ruang pemulihan bilik 8 saat Mayang menyalahkan Davina dan Sena atas kondisi suaminya, yang langsung memicu sindiran dari Jihan.

“Makanya jadi orang tuh jangan bucin akut. Emang mah cinta bisa ngebeli rumah dan seisi-isinya?” sindir Jihan kepada Davina.

Davina tidak tinggal diam dan langsung membalas perkataan saudaranya tersebut di depan kamar rawat.

“Coba kamu cek lagi deh cintanya tuh asli nggak? Kayak emas 24 karat atau ternyata palsu kayak barang KW yang cepat berkarat,” balas Davina.

Keributan tersebut akhirnya dihentikan langsung oleh Pak Novan yang terbangun dalam kondisi lemas dengan saturasi oksigen di angka 94.

“Sudah, sudah cukup Davina, Jihan sudah di stop deh. Papa kamu ini lagi sakit, kalian malah berantem berdua,” kata Pak Novan.

Di luar urusan rumah sakit, Sena memulai pengejaran terhadap Danang Sunandar setelah menerima informasi koordinat terkini melalui panggilan telepon dari rekannya, Yun.

“Si Danang nggak datang ke Warung Sunda Asri. Tapi tadi gue sudah tanya keberadaannya ke tim cyber transaksi dia terakhir di Hotel Angkasa, hotel bintang satu di daerah Jalan Cakrawala,” kata Yun.

Sena merespons informasi tersebut dengan langsung menginstruksikan anak buahnya yang bernama Eki untuk mengepung lokasi target di Jalan Bintang No. 23 Cakrawala Timur.

“Halo Eki, tolong siapkan satu tim ya, ketemu saya di Hotel Angkasa, kemungkinan Danang ada di sana,” ucap Sena.

Sementara itu, Davina menghadapi pergolakan batin mendalam mengenai hubungannya dengan Sena yang terus dipertemukan oleh keadaan.

“Kenapa sih setiap aku memutuskan untuk enggak ketemu sama Sena lagi, Tuhan justru malah pertemukan aku lagi sama dia? Dan tiap ketemu rasanya hati aku makin sakit,” gumam Davina.

Sinetron arahan sutradara Anggy Umbara yang dibintangi Arya Saloka dan Yoriko Angeline ini juga dapat diakses melalui platform streaming RCTI+ dan Vision+.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author