Studi Ungkap 45 Bahan Kimia Berbahaya Papar Ibu Hamil

Share

Ibu hamil rentan mengalami gangguan medis akibat paparan zat kimia berbahaya. Kandungan zat tersebut berisiko memengaruhi kesehatan ibu sekaligus perkembangan janin di dalam kandungan.

Sebuah penelitian terbaru menemukan fakta mengenai sebaran bahan kimia berbahaya di dalam tubuh perempuan mengandung. Studi yang dipublikasikan di JAMA Network Open pada 16 Juni 2026 ini mengungkap bahwa ibu hamil terpapar 45 bahan kimia umum.

Paparan zat-zat ini berkaitan dengan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Temuan tersebut diperoleh setelah para peneliti menguji sampel urine dari lebih 5.000 perempuan yang melahirkan antara tahun 2000 dan 2021.

Para ahli kemudian membandingkan temuan laboratorium dengan hasil akhir kehamilan. Dilansir dari HaiBunda, riset ini melakukan penyaringan terhadap 113 bahan kimia yang umum ditemukan dalam makanan, air, polusi udara, produk perawatan pribadi, wewangian, dan barang rumah tangga.

Hasil pengujian mendeteksi rata-rata 45 bahan kimia pada setiap sampel urine. Bahkan, sebanyak 64 jenis bahan kimia ditemukan pada beberapa peserta.

Salah satu senyawa yang terdeteksi adalah ftalat yang sering digunakan dalam pembuatan plastik. Peneliti juga menemukan bahan kimia plasticizer yang menjadi komponen tambahan dalam proses produksi plastik.

Berdasarkan data penelitian, beberapa senyawa tersebut secara konsisten memicu persalinan lebih awal. Zat ini juga berdampak pada rendahnya berat badan bayi saat lahir.

"Kami menemukan bahwa beberapa bahan kimia baru yang digunakan untuk menggantikan bahan kimia beracun juga berbahaya, yang menggarisbawahi mengapa bahan kimia baru dan pengganti harus dievaluasi dengan benar sebelum dipasarkan," kata peneliti senior dan profesor di Stanford University School of Medicine and Woods Institute for the Environment, Tracey Woodruff.

Selain plastik, berat badan lahir rendah juga dikaitkan dengan paparan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH). Zat PAH ini terbentuk dari proses pembakaran batu bara, minyak, gas, serta kayu.

Upaya menghindari paparan ini tergolong sulit karena jenisnya yang sangat banyak di produk harian. Namun, hasil studi dapat menjadi referensi bagi ibu hamil untuk membatasi pemakaian produk berbahan kimia.

"Zat kimia ini sulit dihindari karena ditemukan dalam berbagai macam produk yang kita gunakan setiap hari. Sulit untuk mengetahui apakah suatu produk mengandung zat-zat tersebut, dan bahkan ketika kita mengetahuinya, kita memiliki kendali terbatas atas paparannya," kata penulis utama dan profesor epidemiologi di UNC Gillings School of Global Public Health, Jessie Buckley.

"Meskipun ada beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan orang, mengurangi zat kimia berbahaya dari sumbernya adalah cara paling efektif untuk melindungi anak-anak dan keluarga," sambung Jessie Buckley.

Zat kimia dapat masuk ke dalam tubuh ibu hamil melalui sistem pencernaan atau saluran pernapasan. Senyawa berbahaya tersebut kemudian masuk ke aliran darah lalu diteruskan menuju janin lewat plasenta.

Terdapat sejumlah efek buruk jika ibu hamil terpapar zat kimia dalam dosis tinggi selama masa kehamilan. Kondisi ini memicu berbagai komplikasi persalinan dan masalah kesehatan pada bayi.

Berikut adalah beberapa risiko dampak paparan bahan kimia berbahaya bagi janin:

  • Keguguran dan lahir mati (stillbirth)
  • Persalinan prematur
  • Berat badan lahir rendah
  • Kelainan bawaan
  • Masalah perkembangan bayi
  • Gangguan kesehatan lainnya
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author