Umat Muslim Sunnah Amalkan Puasa Asyura dan Tasua Bulan Muharram

Share

Bulan Muharram kedatangan momentum istimewa yang dianjurkan bagi umat Muslim untuk memperbanyak amalan ibadah. Salah satu ibadah yang sangat ditekankan adalah menjalankan puasa sunnah Asyura dan Tasua.

Puasa Tasua ditunaikan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura dilaksanakan keesokan harinya yaitu 10 Muharram. Amalan ini menjadi bentuk peneladanan terhadap Nabi Muhammad SAW sekaligus sarana meraih keutamaan besar.

Keistimewaan ibadah pada bulan Muharram tertuang dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah RA.

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR. Muslim)

Sebelum mulai menjalankan ibadah sunnah ini, umat Muslim perlu memahami bacaan niat serta tata cara pelaksanaannya dengan tepat, seperti dilansir dari HaiBunda.

Berikut adalah pelafalan niat untuk puasa Asyura yang dapat dibaca oleh umat Muslim:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati 'Asyura lillahi ta'ala Artinya: “Saya berniat berpuasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala.”

Sementara itu, bagi yang ingin melaksanakan puasa Tasua, berikut adalah bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُعَاءْ سُنَّةَ ِللهِ تَعَالَى

“Saya berniat berpuasa sunnah Tasua, sunnah karena Allah Ta'ala.”

Waktu Pelaksanaan Puasa Bulan Muharram

Penetapan waktu puasa merujuk pada kalender Hijriah yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Tanggal 1 Muharram 1448 H jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026.

Berdasarkan acuan tersebut, puasa Tasua pada 9 Muharram 1448 H dapat dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Juni 2026. Selanjutnya, puasa Asyura 10 Muharram 1448 H bertepatan pada hari Kamis, 25 Juni 2026.

Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Puasa

Secara umum, ketentuan teknis puasa Asyura dan Tasua tidak berbeda dengan puasa sunnah pada umumnya. Langkah awal dimulai dengan pemantapan niat karena Allah SWT yang dilakukan secara tulus dalam hati maupun lisan.

Umat Muslim sangat dianjurkan untuk makan sahur guna memperoleh kekuatan fisik selama berpuasa. Setelah itu, wajib menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa mulai dari fajar terbit hingga matahari terbenam.

Selama berpuasa, dianjurkan pula meningkatkan amalan kebaikan seperti berzikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melaksanakan sholat sunnah. Prosesi ibadah diakhiri dengan menyegerakan berbuka saat magrib tiba.

Keutamaan Menjalani Puasa Asyura dan Tasua

Buku Panduan Muslim Sehari-hari tulisan Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha menyebutkan bahwa orang yang menunaikan puasa Asyura dan Tasua akan mendapatkan pengampunan dosa setahun yang lalu.

Hal ini dipertegas melalui hadis Imam Muslim dari riwayat Abu Qatadah Al Anshori mengenai keistimewaan kedua ibadah tersebut.

سَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa 'Asyura? Beliau menjawab, "Puasa 'Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author