Survei Pew Research Center Ungkap Terorisme Jadi Ancaman Terbesar di Indonesia

Share

Sebuah survei global mengungkap berbagai hal yang menjadi kekhawatiran masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan laporan Pew Research Center yang dirilis pada Agustus 2025, terdapat sejumlah isu utama yang dinilai sebagai ancaman besar. Riset global ini dilakukan di 25 negara untuk memetakan kecemasan publik.

Seperti dikutip dari Detikcom, terdapat tiga persoalan utama yang paling ditakuti oleh masyarakat dunia secara umum. Penyebaran informasi palsu atau hoax secara online menempati urutan pertama secara global karena dianggap berbahaya oleh 72 persen responden. Isu ini menjadi kecemasan utama di negara-negara seperti Jerman, Inggris, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Ancaman global berikutnya ditempati oleh kondisi ekonomi dunia yang dikhawatirkan oleh 70 persen responden. Sementara itu, isu terorisme membayangi pikiran 69 persen masyarakat dunia.

Bagi masyarakat Indonesia, isu terorisme justru menjadi sumber ketakutan yang paling dominan. Sebanyak 87 persen responden di dalam negeri menilai terorisme sebagai ancaman besar bagi stabilitas negara. Tingginya angka tersebut menempatkan Indonesia ke dalam kelompok negara dengan tingkat kecemasan terorisme tertinggi di dunia. Kelompok ini dihuni oleh negara-negara lain seperti Kenya, Nigeria, dan Turki.

Selain terorisme yang berada di urutan teratas, publik di dalam negeri juga mengkhawatirkan beberapa persoalan lain yang mengancam kehidupan mereka. Penyebaran penyakit menular menempati posisi kedua dengan persentase mencapai 86 persen. Selanjutnya, ketidakpastian kondisi ekonomi global membayangi kekhawatiran masyarakat dengan angka 74 persen.

Persoalan penyebaran informasi palsu atau hoax di dunia maya juga menjadi perhatian serius bagi 70 persen responden di Indonesia. Sementara itu, isu perubahan iklim global berada di daftar terakhir dengan tingkat kekhawatiran sebesar 65 persen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author