Team Falcons Menjuarai IEM Cologne Major 2026 Usai Tekuk FURIA

Share

Team Falcons menjuarai kompetisi Counter-Strike 2 IEM Cologne Major 2026 setelah menumbangkan FURIA dengan skor telak 3-0 dalam babak grand final di LANXESS Arena, Cologne, Jerman, pada Minggu, 21 Juni 2026.

Kemenangan bersih dalam format best-of-five tersebut diraih Falcons melalui keunggulan berturut-turut di peta Mirage dengan skor 13-8, Anubis dengan skor 13-8, dan diakhiri di peta Inferno dengan skor 13-8. Hasil ini menandai raihan trofi tier-satu sekaligus gelar Major pertama bagi organisasi Falcons serta para pemainnya seperti Nikola Kovač, Ilya Osipov, Maksim Lukin, dan René Madsen.

Sebelum melaju ke partai puncak, kapten Team Falcons, Finn Andersen, sempat berkelakar mengenai banyaknya babak perpanjangan waktu yang harus dilewati timnya selama fase gugur di arena pertandingan.

"I feel like we are playing MR15 at this playoffs so far," ujar Finn Andersen, Pemain Team Falcons.

Rekan setimnya, René Madsen, menjelaskan bahwa persaingan ketat di fase semifinal telah membangun narasi yang luar biasa bagi siapapun tim yang berhasil melaju dan keluar sebagai juara turnamen.

"it's made for the perfect storyline for whoever goes on to win." kata René Madsen, Pemain Team Falcons.

Pemain muda Falcons, Maksim Lukin, juga mengakui bahwa keberadaan kapten veteran di dalam tim memberikan dorongan performa dan motivasi yang jauh lebih besar bagi dirinya saat bertanding.

"I think I have more motivation when I'm playing with karrigan, maybe it's true" kata Maksim Lukin, Pemain Team Falcons.

Di sisi lain, kekalahan ini menggagalkan ambisi Team Vitality untuk menyamai rekor tiga gelar Major beruntun milik Astralis setelah disingkirkan Falcons di perempat final. Pemain Vitality, Shahar Shushan, menyatakan kekecewaannya atas performa individu pada peta penentu yang menyebabkan kekalahan tipis timnya.

"Individually, the headshots were a bit missing" kata Shahar Shushan, Pemain Team Vitality.

Shahar Shushan menilai permainan timnya sebenarnya tidak terlalu buruk, namun akurasi tembakan individu yang kurang optimal menyulitkan mereka untuk membalikkan keadaan dari tekanan Falcons.

"[I don’t think] we played that bad. On the other hand, individually the headshots were a bit missing. Against a team like Falcons, karrigan going through a smoke, it’s hard to come back." kata Shahar Shushan, Pemain Team Vitality.

Meski gagal mencapai rekor sejarah di kompetisi ini, Shahar Shushan menegaskan bahwa target utama timnya ke depan tidak akan berubah.

"mission is still the same" kata Shahar Shushan, Pemain Team Vitality.

Ia percaya bahwa konsistensi untuk tetap dominan dan memenangkan trofi lain akan memberikan keseimbangan hasil bagi tim di akhir musim balap.

"If we’re still dominant, we keep winning trophies, it’s gonna balance out in the end." kata Shahar Shushan, Pemain Team Vitality.

Kesuksesan Falcons menumbangkan tim-tim peringkat lima besar dunia sepanjang turnamen memicu kekaguman dari para pengamat esports internasional. Analis industri, Duncan Shields, menyebut keberhasilan Falcons melibas tim peringkat satu, dua, tiga, dan lima dunia sebagai sebuah tontonan bioskop yang mutakhir.

"absolute cinema." kata Duncan Shields, Analis Esports.

Apresiasi besar juga mengalir dari para penggemar yang merayakan keberhasilan Ilya Osipov setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik atau MVP turnamen lewat performa gemilangnya.

"Well deserved, many more to come for Ilya :)" ujar Fan, Penggemar.

Komunitas pendukung mengekspresikan rasa cinta dan kebanggaan mereka terhadap bakat muda asal Rusia tersebut melalui berbagai pesan di media sosial.

"My lil baby love my m0nesy!" ujar Fan, Penggemar.

Julukan sebagai pemain masa depan terbaik pun disematkan oleh para pendukung setianya sepanjang kompetisi berlangsung.

"Baby GOAT " ujar Fan, Penggemar.

Ekspresi kekaguman terhadap kemampuannya yang luar biasa terus disuarakan oleh komunitas penonton secara luas.

"Wonderchild" ujar Fan, Penggemar.

Gelar pemain terbaik di kompetisi Major ini dianggap sebagai pembuktian tertinggi bagi status sang pemain di kancah profesional.

"Major MVP Baby GOAT" ujar Fan, Penggemar.

Sebagian besar fans sepakat bahwa pencapaian historis di Cologne ini sangat layak didapatkan oleh sang penembak jitu.

"Well deserved. His is HIM." ujar Fan, Penggemar.

Pihak penyelenggara mencatat Dust 2 dan Mirage menjadi peta yang paling sering dimainkan sepanjang turnamen IEM Cologne Major 2026.

Daftar Popularitas Peta di IEM Cologne Major 2026
Nama Peta Jumlah Dimainkan
Dust 2 37
Mirage 37
Inferno 36
Nuke 33
Ancient 22
Overpass 21
Anubis 16

Atas hasil ini, Team Falcons berhak membawa pulang hadiah utama sebesar 500.000 dolar AS, sedangkan FURIA selaku runner-up memperoleh 170.000 dolar AS.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author