Telegram Diblokir India, Unduhan VPN dan Aplikasi Pesan Alternatif Melonjak

Share

Kebijakan pemerintah India memblokir sementara operasional Telegram selama satu pekan memicu reaksi masif dari masyarakat. Langkah pembatasan ini mendorong lonjakan besar pada penggunaan layanan VPN serta aplikasi pesan alternatif di negara tersebut.

Data perusahaan intelijen aplikasi Appfigures memperlihatkan bahwa unduhan aplikasi VPN utama di India melonjak 49% pada hari pengumuman pembatasan. Volume unduhan harian meningkat dari rata-rata 139.000 menjadi 208.000 unduhan, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.

Proton VPN dan Turbo VPN menjadi dua layanan yang mencatat kenaikan terbesar. Unduhan Proton VPN di App Store melonjak hingga 113%, sedangkan Turbo VPN mengalami kenaikan sebesar 85% sebagaimana dikutip dari TechCrunch pada Jumat (19/6/2026).

Selain memburu layanan VPN, masyarakat juga mulai beralih ke platform komunikasi lain. Berdasarkan data unduhan, Signal mencatat peningkatan sebesar 72% di App Store dan melonjak hingga 322% di Google Play. Aplikasi Viber turut menikmati berkah dengan kenaikan unduhan sebesar 216%.

Pertumbuhan paling agresif dialami oleh iMe, aplikasi perpesanan yang terhubung langsung dengan ekosistem Telegram. Jumlah unduhan iMe di Google Play melonjak drastis dari rata-rata sekitar 827 per hari menjadi lebih dari 50.900 unduhan pada 16 Juni.

Pemerintah India memberlakukan pembatasan akses Telegram hingga 22 Juni mendatang. Kebijakan ini diambil karena kekhawatiran platform tersebut digunakan untuk menyebarkan soal ujian palsu serta melakukan penipuan terkait ujian masuk nasional NEET.

Respon Telegram dan Gugatan Hukum

Meskipun aksesnya dibatasi, aktivitas pengguna di platform tersebut ternyata tidak langsung merosot. Data dari Sensor Tower menunjukkan bahwa jumlah pengguna aktif harian Telegram di India justru naik 17% pada hari pengumuman pemblokiran. Lonjakan ini menjadi rekor penggunaan harian terbesar Telegram di India sejak gangguan layanan Meta pada tahun 2021.

Manajemen Telegram tidak tinggal diam dan telah mengajukan gugatan terhadap keputusan tersebut ke Pengadilan Tinggi Delhi. Pihak perusahaan berargumen bahwa pemerintah seharusnya hanya menindak konten atau saluran yang bermasalah, bukan memblokir seluruh platform secara total.

Langkah hukum ini diambil untuk melindungi kepentingan basis pengguna mereka yang sangat besar. Telegram mengklaim saat ini memiliki lebih dari 150 juta pengguna aktif yang tersebar di wilayah India.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author