Telkom University Purwokerto Dorong Digitalisasi UMKM dan Wisata Olahraga
Fakultas Informatika Telkom University Purwokerto melaksanakan serangkaian program digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor pariwisata di Kabupaten Banyumas sepanjang April hingga Juni 2026.
Melalui mata kuliah Informatika untuk Masyarakat, kelompok mahasiswa yang diketuai Farrell Edric Kelvianto menerapkan sistem Point of Sales (POS) berbasis web dan pembayaran QRIS untuk mitra Yamien 12K di Purwokerto pada 25 Mei 2026. Program ini dibimbing oleh dosen Dany Candra Febrianto untuk mengatasi masalah pencatatan manual dan manajemen stok barang.
Selain itu, tim mahasiswa lain yang diketuai Anissa Fauzia Isyanti meluncurkan website e-commerce untuk UMKM Mamochi pada Selasa, 26 Mei 2026, di bawah bimbingan dosen Muhamad Azrino Gustalika. Kehadiran platform ini ditujukan untuk memperluas jangkauan pemasaran produk mochi yang dirintis oleh Suwarti sejak tahun 2023 tersebut.
"Melalui website ini, diharapkan penjualan menjadi lebih modern dan efisien," ungkap Mansyuroh.
Anggota tim mahasiswa tersebut menjelaskan bahwa program ini merupakan komitmen kampus dalam mendorong penerapan teknologi digital bagi pelaku usaha lokal.
"Selama ini kami hanya mengandalkan penjualan dari mulut ke mulut dan outlet. Dengan adanya website ini, kami sangat terbantu. Pesanan menjadi lebih cepat dan lebih mudah dijangkau," jelas Suwarti.
Pemilik UMKM Mamochi itu menambahkan bahwa platform digital ini memberikan dampak langsung terhadap peningkatan jumlah pesanan produknya.
"Kami merasa terbantu dan senang karena bisa meningkatkan pemasaran menjadi lebih cepat. Hasil yang dicapai setelah menggunakan website e-commerce ini menjadi lebih banyak yang pesan produk saya," tambahnya.
"Kami berharap program ini dapat memberikan dampak positif, tidak hanya untuk Mamochi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya," tutup Mansyuroh.
Pada sektor pengelolaan hunian, Kelompok 06 kelas IF-11-04 yang dipimpin Yesika Widiyani menyerahkan e-Kost Management System berbasis web kepada pengelola Kos Red Dragon pada 29 Mei 2026. Sistem yang dirancang menggunakan pendekatan User-Centered Design ini mempermudah pencatatan data penghuni, pemesanan kamar, hingga verifikasi pembayaran secara terintegrasi.
"Melalui e-Kost Management System, data kamar, penghuni, booking, pembayaran, dan komplain dapat dikelola dalam satu platform. Sistem ini diharapkan membuat pengelolaan Kos Red Dragon menjadi lebih terstruktur, efisien, dan transparan," jelas Yesika Widiyani.
Tidak hanya berfokus pada UMKM lokal, Telkom University juga berkolaborasi dengan Universitas Terbuka Bandung, Dewan Hukum Siber Indonesia (DHSI), dan Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia (PDMI) menggelar Workshop AI untuk Karya Tulis Ilmiah pada 30 Mei 2026. Acara yang berlangsung di kampus UT Bandung ini diikuti oleh 627 peserta secara daring dan luring.
"AI dapat menjadi mitra akademik yang sangat membantu, tetapi penggunaannya harus tetap dikendalikan oleh nalar kritis, etika, dan tanggung jawab ilmiah. Dalam karya tulis ilmiah, teknologi seharusnya memperkuat kualitas gagasan, bukan menggantikan integritas penulis," ujar Muharman Lubis.
Dosen Telkom University itu bertindak sebagai pemandu bersama Ratandi Ahmad Fauzan yang menekankan pentingnya menjaga prinsip orisinalitas dalam pemanfaatan kecerdasan buatan.
"Mahasiswa dan akademisi perlu memahami bahwa AI bukan sekadar alat untuk mempercepat pekerjaan. AI harus digunakan untuk memperluas cara berpikir, membantu proses eksplorasi, dan mendukung penelitian yang lebih sistematis, transparan, serta bertanggung jawab," jelas Ratandi Ahmad Fauzan.
Sementara itu, pada Rabu, 17 Juni 2026, Telkom University Purwokerto resmi meluncurkan ajang sport tourism Tel-U Purwokerto City Run (PCR) 2026 yang akan digelar pada 23 Agustus 2026. Direktur Tel-U Purwokerto, Tenia Wahyuningrum, menjelaskan bahwa kegiatan ini menghidupkan kembali tradisi lomba lari kampus yang sempat vakum pada periode 2023-2025.
"Ajang ini menjadi sarana untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, mempererat kebersamaan, serta memperkenalkan potensi dan keindahan Banyumas kepada masyarakat yang lebih luas," katanya.
Menurut Tenia, kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan kampus terhadap pengembangan wisata olahraga, agroindustri, kesehatan, dan UMKM di wilayah Banyumas.
"Pada tahun 2026 ini kami menghidupkan kembali PCR sebagai salah satu kegiatan unggulan kampus yang diharapkan dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan berkualitas," katanya.
Wakil Direktur Bidang Sumber Daya Tel-U Purwokerto, Tata Sembada, menambahkan bahwa PCR pertama kali digelar pada 2017 dan sempat dialihkan ke format virtual pada tahun 2021 dan 2022 akibat pandemi COVID-19.
"Kami berharap PCR dapat kembali menumbuhkan budaya lari, budaya berolahraga, dan gaya hidup sehat di tengah masyarakat Banyumas," kata Tata Sembada.
Ajang lari edisi 2026 ini mengusung tema "Digital On, Larine Urip" yang menggabungkan aktivitas fisik dengan layanan digital dan pengenalan budaya lokal.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman berlari yang tidak hanya menyehatkan, juga memberikan pengalaman digital sekaligus memperkenalkan identitas Banyumas kepada peserta," kata Muhammad Iqbal F.
Project Leader PCR 2026 tersebut menargetkan jumlah peserta mencapai 1.000 hingga 1.500 orang yang terbagi ke dalam tiga kategori lomba, yaitu 3 kilometer, 5 kilometer, dan 10 kilometer.