Temuan Pakaian Dalam Wanita Merusak Keaslian Situs Megalitikum Gunung Tangkil
Kawasan Gunung Tangkil di Cagar Alam Sukawayana, Sukabumi, yang memiliki potensi sebagai situs megalitikum, kini menghadapi masalah serius terkait pelestariannya. Rombongan dari Paguyuban Padjajaran Anyar bersama komunitas budaya Sunda menemukan tumpukan pakaian dalam wanita di sela bebatuan purba saat melakukan penelusuran langsung pekan lalu, seperti dikutip dari Detik Travel. Temuan ini terjadi saat rombongan berhasil mencapai titik batu menhir dan struktur undakan batu kuno di kawasan yang sebenarnya menyimpan peninggalan bersejarah mirip peradaban Situs Gunung Padang.
Namun, kondisi di lokasi tersebut terlihat tidak terawat dan terkesan dibiarkan begitu saja. Firman Hidayat, pemangku Paguyuban Padjajaran Anyar, menyatakan kekhawatirannya terhadap dugaan adanya ritual spiritual yang tidak sesuai di situs tersebut. Selain tumpukan pakaian dalam wanita, ditemukan pula bekas galian liar yang berpotensi merusak keaslian kawasan.
Firman menegaskan pentingnya penataan dan perlindungan hukum yang tegas terhadap situs ini mengingat nilai sejarah dan potensi cagar budaya yang dimilikinya. Ia berharap kawasan Gunung Tangkil segera ditetapkan sebagai cagar budaya resmi demi menjaga warisan leluhur.
Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sukabumi melalui Fungsional Pamong Budaya Gerry Mulyawan Hidayat menegaskan bahwa status kawasan ini adalah Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Penelitian telah dilakukan oleh tim ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat, dan Yayasan Alfath Sukabumi, yang menemukan struktur batuan menyerupai punden berundak serta beberapa arca yang memerlukan kajian lebih lanjut. Meski statusnya belum resmi, perlindungan terhadap kawasan tetap diberlakukan berdasarkan Undang-Undang Cagar Budaya. Gerry menambahkan bahwa koordinasi terus dilakukan untuk mempercepat penanganan dan penetapan kawasan sebagai cagar budaya resmi.