Pemerintah Thailand Meluncurkan Aplikasi Khusus Street Food
Pemerintah Thailand resmi meluncurkan aplikasi khusus bernama Thai Street Gold Star untuk mempermudah wisatawan mencari jajanan kaki lima bersertifikat. Inisiatif ini dirancang guna mempromosikan wisata kuliner sekaligus membantu pengguna menemukan pedagang yang telah lolos standar kebersihan dan pelayanan. Aplikasi yang diluncurkan pada akhir Juli 2026 ini dikembangkan oleh Office of Small and Medium Enterprises Promotion bersama Suan Dusit University, seperti dilansir dari Detik Food.
Pada tahap awal, sistem pencarian digital tersebut mulai diterapkan di tiga wilayah utama, yakni Bangkok, Pattaya, dan Chiang Mai.
Lewat platform ini, wisatawan dapat mengakses daftar pedagang bersertifikat, mengecek menu makanan, hingga mendapatkan petunjuk rute ke lokasi penjualan. Para pedagang wajib memenuhi kriteria ketat untuk memperoleh sertifikasi, mencakup sanitasi makanan, keunikan hidangan, serta kualitas layanan pelanggan.
Lalida Persvivatana selaku Wakil Juru Bicar Pemerintah Thailand menyatakan penggunaan teknologi digital diharapkan dapat mendongkrak daya saing pedagang lokal. Langkah ini juga ditargetkan mampu meningkatkan pendapatan usaha kecil menengah serta memperkuat sektor pariwisata kuliner di Thailand.
Sektor makanan kaki lima di Thailand memiliki nilai ekonomi yang besar, dengan data pemerintah mencatat angka pasar melebihi 261 miliar baht atau sekitar Rp141 triliun.
Ekosistem Usaha dan Fungsi Sosial
Aphisavadh Sirivadhanawaravachara, seorang peneliti pariwisata, menilai aplikasi tersebut dapat membimbing UMKM dalam membangun merek dan memperluas jangkauan pasar.
"Ini harus dilihat sebagai peluang menciptakan ekosistem yang membantu pedagang mengembangkan usaha, membangun merek, mengakses pasar baru, dan terhubung lebih efektif dengan pariwisata," ujar Aphisavadh Sirivadhanawaravachara. Di sisi lain, peneliti Mahidol University Weerapak Samsiripong menegaskan bahwa keberadaan pedagang kaki lima merupakan bagian dari kebutuhan harian warga lokal. "Street food bukan atraksi wisata yang sekadar ditambahkan ke kota-kota Thailand. Inilah cara warga perkotaan di Thailand memenuhi kebutuhan makan setiap hari," jelas Weerapak Samsiripong.
Weerapak menambahkan, penataan kawasan jajanan kaki lima tidak harus menghilangkan karakter autentik kota jika pengawasan dan dukungan diberikan secara seimbang.