Thailand Bertemu Vietnam pada Leg Pertama Final ASEAN Championship 2026
Tim nasional Thailand dijadwalkan menjamu Vietnam dalam pertandingan leg pertama final ASEAN Championship 2026 di Stadion Rajamangala, Bangkok, pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Laga puncak dwitahunan ini mempertemukan sang pemegang gelar juara terbanyak dengan status juara bertahan.
Thailand melangkah ke partai puncak usai menyingkirkan Singapura dengan agregat tipis 4-3. Sementara itu, Vietnam melenggang ke final setelah mengandaskan perlawanan Malaysia lewat keunggulan agregat meyakinkan 4-0.
Pertemuan ini menjadi final keenam bagi Vietnam sepanjang sejarah turnamen, sekaligus menyamai catatan penampilan Indonesia di laga puncak. Dalam perjalanan menuju final edisi kali ini, armada Kim Sang-sik tampil sangat produktif dengan membukukan 17 gol dari lima laga.
Meski Thailand berstatus pemegang rekor tujuh gelar juara, pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, secara terbuka menempatkan sang lawan sebagai kandidat kuat pemenang turnamen.
"Saya rasa kita semua tahu sejak awal turnamen bahwa Vietnam datang dengan kekuatan penuh," ujar Hudson.
Hudson menilai proses persiapan matang menjadi faktor utama unggulnya skuat The Golden Star Warriors di atas kertas.
"Mereka telah menjalani pemusatan latihan selama beberapa bulan di Korea Selatan dan melakoni tiga pertandingan uji coba, jadi menurut saya, di atas kertas saat ini, Vietnam adalah favoritnya," ungkapnya.
Kendati demikian, juru taktik berusia 45 tahun itu menegaskan penilainnya murni berdasarkan analisis fakta lapangan, bukan bentuk tebak-tebakan psikologis untuk menekan mental tim lawan.
"Menurut saya, ekspektasi dan tekanan untuk memenangkan pertandingan ini ada pada Vietnam," kata Hudson.
Kondisi internal timnya sempat diragukan publik sebelum kompetisi dimulai akibat kombinasi pemanggilan pemain senior dan pilar muda. Hudson pun menyoroti bagaimana skuatnya berhasil membalikkan prediksi banyak pihak.
"Di awal turnamen, semua orang meremehkan kami. Segala sesuatu yang saya baca berbunyi, 'tim ini tidak bagus', 'mengapa dia memilih skuad ini?', 'tim ini tidak akan lolos dari fase grup'."
Kini setelah mengamankan tiket ke babak final, skuat Gajah Perang tetap optimistis mampu menghadirkan perlawanan sengit demi mengamankan trofi.
"Kami berhasil meningkatkan kebugaran pemain, memperbaiki aspek-aspek tertentu dalam permainan kami, dan meraih hasil yang dibutuhkan untuk melaju ke final ini," ungkap Hudson.
Pelatih asal Inggris itu memastikan anak-asuhnya memiliki motivasi tinggi serta kualitas yang memadai untuk menundukkan juara bertahan.
"Kami juga memiliki kualitas dalam tim yang kami yakini mampu meraih kemenangan bagi Thailand," jelas Hudson.
Pengakuan akan status keunggulan lawan dianggapnya sebagai realitas objektif yang siap dijawab dengan penampilan maksimal di lapangan.
"Kami meyakini hal itu, namun saya rasa kita semua bisa menerima dan mungkin bagian inilah yang akan membuat saya dikritik habis-habisan bahwa Vietnam memang lebih diunggulkan untuk memenangkan pertandingan. Ini adalah fakta, bukan sekadar permainan psikologis."
Hudson menekankan komitmen penuh skuatnya untuk memenangi duel krusial penentu gelar kejuaraan tersebut.
"Namun, kami sangat antusias menghadapi tantangan ini. Besok akan menjadi pertandingan terbesar kami di turnamen ini. Memang harus demikian," tuturnya.
Di sisi lain, juru taktik Vietnam, Kim Sang-sik, mengutarakan kebahagiaannya usai kembali mengantar timnya menembus babak final turnamen ini.
"Dua tahun lalu, kami memenangkan kejuaraan di Thailand," kata Kim Sang-sik.
Ia mengapresiasi pencapaian anak asuhnya yang mampu menjaga konsistensi performa hingga melangkah ke babak pemungkas.
"Kali ini, tim kembali melaju ke final, jadi saya merasa sangat bahagia dan terhormat"
Kekecewaan sempat dirasakan skuat Thailand saat menelan kekalahan 1-2 dari Singapura pada leg kedua semifinal di kandang sendiri, meski tetap lolos berkat keunggulan agregat. Gelandang muda Thailand, Kakana Khamyok, membagikan pandangannya usai laga tersebut.
"Hari ini kami melaju ke babak selanjutnya dan saya sangat senang bisa mencetak gol," ujarnya.
Pemain berusia 22 tahun itu menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh dalam skuat jelang tampil di babak final.
"Namun, saya masih belum puas dengan skornya."
Pemain kelahiran 2004 tersebut memastikan seluruh anggota tim akan berjuang habis-habisan di laga puncak.
"Di final, seluruh tim harus mengatasi setiap masalah."
Khamyok menegaskan komitmen penuh seluruh pemain untuk mengejar target tertinggi di partai final.
"Setelah mencapai tahap ini, kami harus berjuang dengan sekuat tenaga," kata gelandang berusia 22 tahun itu ketika lawan Thailand di final belum ditentukan.
Laga leg kedua final ASEAN Championship 2026 akan digelar selanjutnya di Stadion My Dinh, Hanoi, pada Rabu, 26 Agustus 2026.