Thomas Tuchel Tegur Jordan Pickford pada Piala Dunia 2026

Share

Ketegangan melanda bangku cadangan tim nasional Inggris setelah manajer Thomas Tuchel terlibat adu mulut dengan penjaga gawang Jordan Pickford dalam pertandingan pembuka Grup 12 Piala Dunia 2026 melawan Kroasia pada Rabu, 17 Juni 2026, di Dallas, Texas.

Perselisihan tersebut dipicu oleh ketidakpuasan Tuchel terhadap distribusi bola Pickford pada menit ke-17 babak pertama ketika Inggris sedang unggul 1-0 melalui gol penalti Harry Kane. Pickford melepaskan operan yang salah dari lini belakang karena kehilangan keseimbangan di sisi kirinya, meskipun Tuchel telah menginstruksikannya untuk mengoper bola kepada bek kanan.

Koresponden lapangan Fox, Jeff Sheriffs, melaporkan situasi di pinggir lapangan secara langsung saat insiden itu terjadi.

"Baru saja, Jordan Pickford berada di sisi kiri dan tidak seimbang, namun ia tetap berhasil mengoper bola." kata Jeff Sheriffs.

Tuchel langsung bereaksi keras di area teknis setelah melihat keputusan kiper nomor satu Inggris tersebut.

“Thomas Tuchel langsung keluar ke pinggir lapangan dan berkata: ‘Tidak, oper bola ke bek kanan, jangan ke sisi itu’.” ujar Jeff Sheriffs menambahkan.

Pickford kemudian memberikan respons kepada sang manajer yang terlihat tidak puas di pinggir lapangan.

“Pickford menanggapi pelatihnya yang tidak puas.” kata Jeff Sheriffs.

Mantan pelatih Bayern Munchen tersebut langsung menegaskan perintahnya dengan keras dari pinggir lapangan.

"Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan, lakukan seperti yang sudah kukatakan." tegas Thomas Tuchel.

Selain Pickford, reporter talkSPORT Faye Carruthers melaporkan bahwa Tuchel juga menunjukkan kemarahan kepada Noni Madueke tak lama setelah penyerang tersebut memenangkan penalti, dan menginstruksikannya untuk bermain lebih tinggi di lapangan.

Asisten manajer Anthony Barry bahkan harus menenangkan Tuchel yang sangat emosional selama 20 menit pertama, sebelum Inggris menutup babak pertama dengan skor imbang 2-2 setelah Kroasia membalas lewat gol Martin Baturina dan Petar Musa.

"A complicated and confusing first half from us, really, I think a lot of nervous energy early on." kata Anthony Barry kepada ITV.

Barry menilai pola permainan Inggris sempat membaik setelah gol kedua Kane, namun timnya kembali melakukan kesalahan menjelang turun minum.

"Maybe that should be accepted, and maybe expected in the opening game of a World Cup." ujar Anthony Barry.

Asisten pelatih tersebut menyoroti pengambilan keputusan para pemain yang dianggap tidak sesuai dengan strategi yang diinginkan tim pelatih.

"From there, then we made some decisions where the energy was not free in our mind, playing long when we should play short, playing short when we should play long, really not playing through the gaps, so not allowing us to accelerate our game the way we wanted to." tutur Anthony Barry.

Inggris sempat unggul kembali melalui skema bola mati sebelum akhirnya kebobolan pada detik-detik akhir babak pertama.

"Then you think the penalty would free us up, allow us to play more like us, look more like ourselves, but again we fall back into some fearful patterns, and yeah, we've always been able to rely on set pieces." kata Anthony Barry.

Tim pelatih Inggris langsung melakukan evaluasi total di ruang ganti untuk memperbaiki performa tim pada babak kedua.

"We get the second goal again. We're hoping that's the moment of the gears open, allow us to move forward in the game, but okay, we could see the second goal later on, and now we have to speak about that at half time." ujar Anthony Barry.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author