Tim Payne Pindah ke Club Olimpia Usai Viral di Media Sosial

Share

Pemain belakang tim nasional Selandia Baru, Tim Payne, resmi berpindah dari Wellington Phoenix ke klub raksasa Paraguay, Club Olimpia, setelah ketenarannya di media sosial melonjak drastis selama gelaran Piala Dunia 2026 pada Juni 2026. Lonjakan popularitas pemain berusia 32 tahun tersebut bermula ketika influencer asal Argentina, Valen Scarsini, mengampanyekan Payne sebagai pemain paling tidak terkenal di Piala Dunia, yang kemudian membuat pengikut Instagram-nya melesat dari 4.000 menjadi hampir 6 juta pengikut. Manajemen Wellington Phoenix telah menerima biaya transfer yang tidak disebutkan nominalnya agar bek berpengalaman itu bisa bergabung dengan peraih 48 gelar liga Paraguay tersebut setelah tes medis pasca-Piala Dunia.

Rekan setim Payne di lini depan Selandia Baru, Chris Wood, memberikan tanggapan positif mengenai sorotan publik yang kini tertuju pada timnya.

"I think it's great for [Payne] personally, great for us as a team as well," kata Chris Wood, penyerang Selandia Baru seperti dilansir USA Today. Wood menambahkan bahwa perhatian dari para penggemar global ini memberikan dampak psikologis yang baik bagi performa tim di lapangan.

"People might be looking out for a second team to support," ujar Chris Wood. Setelah merampungkan kesepakatan transfernya dengan klub baru tersebut, Tim Payne memberikan pernyataan resmi mengenai keputusan besar dalam karier profesionalnya.

"This wasn’t an easy decision," kata Tim Payne, bek Selandia Baru seperti dikutip dari Friends of Football NZ. Payne menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pendukung dan rekan setimnya di Wellington Phoenix yang telah mendampinginya selama tujuh musim terakhir. "Without you, I would not be here representing my country at the World Cup — the very pinnacle of the sport," ujar Tim Payne.

Kesempatan untuk berkompetisi di turnamen besar Amerika Selatan seperti Copa Libertadores menjadi salah satu alasan kuat di balik keputusannya menerima pinangan tersebut.

"I’ve always pushed myself to be the best footballer I can be. The opportunity to test myself at the very top of South American football in the Copa Libertadores and the Copa Sudamericana is one of the most incredible opportunities I could have asked for as a professional," tutur Tim Payne. Bagi Payne, kepindahan ini juga memiliki arti personal yang sangat mendalam untuk perkembangan keluarga kecilnya. "Club Olimpia is one of the biggest clubs in South America, with an incredible history, passionate supporters and ambitions that match its stature, and I am looking forward to rising to that challenge," ucap Tim Payne.

Faktor latar belakang budaya sang istri yang mahir berbahasa Spanyol turut mempermudah proses adaptasi keluarganya di lingkungan yang baru nanti.

"For our family, this is something really special. My son, growing up speaking Spanish like his mum did, immersing ourselves in her culture and her family’s world is what makes this so much more than just a football move," kata Tim Payne. Meskipun antusias menghadapi tantangan baru di Paraguay, Payne menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini tetap tertuju pada performa tim nasional di ajang Piala Dunia.

"Opportunities like this don’t come around often, and we’re not taking it for granted," tutur Tim Payne. Direktur Sepak Bola Wellington Phoenix, Shaun Gill, menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar yang telah diberikan oleh Payne selama membela klub.

"Payney has left an indelible mark on the Wellington Phoenix," kata Shaun Gill, Direktur Sepak Bola Wellington Phoenix. Gill menjelaskan bahwa pihak klub sebenarnya ingin mempertahankan sang pemain, namun mereka memahami bahwa tawaran dari Club Olimpia merupakan kesempatan yang sangat berharga. "We would have loved Payney to continue his journey with the Phoenix, and we discussed his future," ujar Shaun Gill.

Pihak manajemen Wellington Phoenix akhirnya merelakan kepergian Payne demi masa depan karier sang pemain serta kebahagiaan keluarganya.

"But talking to him, it became clear this is a life-changing opportunity for Payney and his family and one he simply couldn’t turn down," ucap Shaun Gill. Dalam wawancara terpisah yang dilansir Yahoo Sports, Payne kembali menegaskan kemantapan hatinya untuk segera mengenakan seragam Club Olimpia. "It wasn’t an easy decision, but it feels right.

Olimpia is a great club with 48 league titles and three Copa Libertadores trophies. It’s a real step forward, and I can’t wait to put on this shirt and give it my all," kata Tim Payne.

Selandia Baru saat ini mengantongi satu poin setelah bermain imbang 2-2 melawan Iran pada laga pembuka, dan dijadwalkan akan menghadapi Mesir di Vancouver untuk memperebutkan tiket ke babak gugur.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author