Tiongkok Rilis Buku Putih Reformasi Sistem Tata Kelola Global

Share

Pemerintah Tiongkok resmi merilis buku putih mengenai reformasi tata kelola dunia di Beijing pada Rabu (17/6/2026). Dokumen tersebut menguraikan prinsip, proposal, dan tindakan nyata Beijing dalam membangun sistem internasional yang lebih adil dan setara. Dilansir dari konferensi pers Kementerian Luar Negeri Tiongkok dan pemberitaan China Daily, buku putih tersebut diterbitkan oleh Kantor Informasi Dewan Negara dengan judul "More Just and Equitable Global Governance: China's Principles, Proposals and Actions".

Peluncuran dokumen ini dihadiri langsung oleh Anggota Biro Politik Komite Sentral PKT sekaligus Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi. Inisiatif Tata Kelola Global yang diusung oleh Presiden Xi Jinping tersebut bertujuan untuk menjembatani defisit tata kelola dunia dan mendorong multilateralisme sejati. Hingga saat ini, inisiatif tersebut telah menerima dukungan dari hampir 160 negara serta organisasi internasional, dengan lebih dari 60 negara bergabung dalam Group of Friends of Global Governance.

Tiongkok menegaskan komitmennya untuk mempertahankan sistem internasional yang berpusat pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional. Sebagai kontributor anggaran penjaga perdamaian terbesar kedua di PBB, Beijing terus mendorong penguatan peran Global South dalam kerja sama global, termasuk meluncurkan lebih dari 1.800 proyek kerja sama di bawah kerangka Inisiatif Pembangunan Global.

Selain memaparkan buku putih, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian menyampaikan bahwa Wakil Perdana Menteri Liu Guozhong telah menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Uni Afrika mengenai Wabah Penyakit Ebola secara daring pada Selasa (16/6/2026). Tiongkok berkomitmen mengirimkan bantuan kemanusiaan darurat serta tim pakar medis ke Republik Demokratik Kongo dan Uni Afrika. Tiongkok juga mengumumkan keputusan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan terbaru bagi Iran dan Lebanon. Langkah ini diambil guna membantu pemulihan ekonomi serta mata pencaharian masyarakat yang terdampak oleh rembetan konflik di kawasan Timur Tengah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author