Johanes Chandrawinata Beberkan Tips Jaga Kolesterol Saat Iduladha
Momen perayaan Iduladha selalu identik dengan berbagai sajian makanan dari daging sapi maupun kambing hasil kurban. Namun, masyarakat yang memiliki riwayat kolesterol tinggi kerap merasa khawatir saat ingin menyantap hidangan seperti tongseng, gulai, atau sate.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, dokter spesialis gizi Johanes Chandrawinata menjelaskan bahwa daging murni dari sapi dan kambing sebenarnya tergolong aman bagi penderita kolesterol. Hal ini disebabkan oleh kadar lemak di dalam daging murni yang hanya berkisar sekitar 1%.
"Yang perlu dihindari justru bagian berlemak seperti iga, buntut, jeroan, kaki, leher, kulit, dan kepala. Selain itu, konsumsi santan pada gulai juga sebaiknya dibatasi agar kadar kolesterol tidak meningkat," ujarnya kepada Bloomberg Technoz.
Johanes menambahkan bahwa mengonsumsi daging secara berlebihan juga berisiko meningkatkan kadar asam urat di dalam tubuh. Oleh karena itu, pengaturan porsi makanan saat hari raya menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan masyarakat.
"Jadi makanlah secukupnya, jangan berlebihan," katanya.
Terdapat beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk menjaga kadar kolesterol tubuh tetap stabil selama hari raya.
1. Mengonsumsi Susu Sebelum Makan Besar
Meminum susu dalam waktu sekitar 30 menit sebelum menyantap hidangan utama berkhasiat memicu rasa kenyang yang lebih lama. Manfaat tersebut diperoleh dari kandungan protein kasein yang ada di dalam susu.
Tidak hanya itu, sebuah riset dalam International Journal of Molecular Medicine tahun 2018 mengungkapkan bahwa kandungan beta-glukan memiliki kemampuan berinteraksi dengan lemak. Proses ini efektif dalam membantu mengontrol dan menurunkan kolesterol tubuh.
2. Menerapkan Jeda Waktu Makan
Membatasi konsumsi asupan yang tinggi lemak dalam satu waktu yang sama menjadi strategi penting berikutnya. Sebagai contoh, jika sudah mengonsumsi gulai hari ini, menu berlemak lain sebaiknya dijadwalkan untuk hari berikutnya.
Pembatasan ini krusial lantaran hidangan khas Lebaran umumnya kaya akan kandungan santan dan lemak. Karakteristik makanan tersebut dapat langsung memicu lonjakan kolesterol apabila disantap secara bersamaan.
3. Menggunakan Piring Berukuran Kecil
Penggunaan piring berukuran kecil saat mengambil makanan efektif membantu mengendalikan porsi santapan. Wadah yang kecil mampu memberikan ilusi visual bahwa makanan sudah tampak penuh, sehingga memicu seseorang untuk membatasi porsi makannya.
Teknik manipulasi porsi lewat wadah ini sudah umum diterapkan dalam program diet ataupun pengaturan pola makan sehat.
4. Melakukan Olahraga Secara Rutin
Masyarakat sangat dianjurkan untuk tetap aktif bergerak dan berolahraga setelah menikmati sajian hari raya. Pilihan aktivitas fisik yang bisa dilakukan meliputi jalan kaki, bersepeda, berlari, atau berenang.
Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, olahraga idealnya dilakukan minimal 30 menit per hari dengan frekuensi paling sedikit tiga kali dalam seminggu. Rutinitas ini berguna mendongkrak kolesterol baik (HDL) sekaligus memangkas kolesterol jahat (LDL).
5. Meningkatkan Asupan Buah dan Sayuran
Kemenkes RI turut menganjurkan konsumsi sejumlah bahan pangan yang efektif menurunkan kolesterol. Beberapa di antaranya meliputi sayuran hijau, oat, kacang-kacangan, pisang, terong, wortel, okra, hingga produk susu kedelai.
Langkah mengimbangi hidangan daging dengan makanan berserat tinggi dari buah dan sayur sangat krusial. Pola makan seimbang ini memastikan kondisi tubuh tetap prima selama masa perayaan Iduladha.