Titiek Soeharto Promosikan Produk Konveksi Karya Narapidana Nusakambangan

Share

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto mempromosikan produk konveksi hasil karya narapidana saat meninjau Balai Latihan Kerja Konveksi Nusakambangan pada Sabtu (20/6/2026), dilansir dari Detikcom.

Langkah ini diambil guna mendukung program pemberdayaan dan peningkatan keterampilan bagi 175 warga binaan yang aktif memproduksi pakaian garmen di fasilitas tersebut.

"(Premi) buat mereka tabungan?" tanya Titiek Soeharto, Ketua Komisi IV DPR RI kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto di lokasi.

Menteri Agus Andrianto langsung mengonfirmasi pertanyaan tersebut.

"Siap," jawab Agus Andrianto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Titiek Soeharto kemudian melanjutkan interaksi untuk memastikan hak-hak para warga binaan terpenuhi selama mengikuti program pelatihan.

"Dapat tambahan remisi juga?" tanya Titiek Soeharto, Ketua Komisi IV DPR RI.

Menteri Agus Andrianto membenarkan adanya pemberian remisi tambahan tersebut bagi narapidana yang produktif.

Setelah melihat proses produksi secara langsung mulai dari pemotongan pola hingga pengemasan, Titiek Soeharto mengapresiasi kerapian hasil jahitan kaos seharga Rp 50.000 per potong tersebut.

"Sini saya mau promosi. Sekarang saya meninjau BLK Nusakambangan yang untuk bikin garmen. Ini bikinannya rapi-rapi, bagus. Jadi yang mau pesan, satunya Rp 50 ribu tapi kasih untung dikit deh, Rp 60 ribu gitu," ucap Titiek Soeharto, Ketua Komisi IV DPR RI.

Saat ini, fasilitas garmen tersebut sedang menyelesaikan pesanan sebanyak 2.500 helai kaos untuk kebutuhan internal pemasyarakatan.

"Ini pesanannya Lapas Pekalongan. Mungkin tempat-tempat lain, perusahaan-perusahaan lain mau pesan di sini, di industri garmen Nusakambangan," sambung Titiek Soeharto, Ketua Komisi IV DPR RI.

Menteri Agus Andrianto kemudian melemparkan pertanyaan konfirmasi mengenai kualitas pengerjaan kepada ketua komisi legislatif tersebut.

"Jahitannya rapi nggeh, Bu?" tanya Agus Andrianto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Titiek Soeharto memuji aspek kendali mutu yang diterapkan di dalam balai latihan kerja industri garmen tersebut.

"Rapi. Harus ada quality control. Kayanya ini sudah bagus, (jahitan bagian) dalamnya (baju) juga sudah rapih," tanggap Titiek Soeharto, Ketua Komisi IV DPR RI.

Sebelum menyudahi kunjungannya, legislator tersebut memberikan pesan penutup agar para pekerja tetap memprioritaskan kualitas di atas kuantitas.

"Jangan kejar hasil banyak, tapi nggak rapi. Jangan kejar quantity, tapi hasilnya nggak maksimal," pungkas Titiek Soeharto, Ketua Komisi IV DPR RI.

BLK Konveksi ini berdiri di atas lahan 1.480 meter persegi dengan dukungan CSR Bank BRI serta bermitra dengan PT Sentosa Garmindo Pratama, di mana setiap narapidana menerima premi Rp 1.500 per potong baju.

Program ini merupakan bagian dari transformasi pemanfaatan lahan tidur aset Kemenimipas yang diinisiasi oleh Menteri Agus Andrianto setelah menerima laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author