Titiek Soeharto Tinjau Produksi Batako FABA di Nusakambangan

Share

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto melakukan kunjungan kerja ke workshop pembuatan batako dari residu pembakaran batubara atau fly ash bottom ash (FABA) yang dikelola oleh para narapidana di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/6/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung pemanfaatan limbah menjadi bahan bangunan sekaligus program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Fasilitas workshop produksi ini berdiri di atas lahan seluas 11.250 meter persegi dan dilengkapi dengan dua mesin cetak batako serta paving blok yang beroperasi secara otomatis dan manual.

Dalam peninjauan tersebut, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto juga menyempatkan diri untuk mengecek fasilitas rumah dinas tipe 36 milik pegawai lapas yang dibangun menggunakan material batako FABA tersebut.

"Dapurnya mana?" tanya Titiek Soeharto kepada pegawai Nusakambangan, Sabtu (20/6/2026).

Merespons pertanyaan tersebut, petugas yang mendampingi menjelaskan bahwa area dapur terletak di bagian belakang rumah dengan konsep terbuka karena memanfaatkan sisa lahan kosong. Titiek Soeharto kemudian memberikan saran agar pihak pengelola membangun atap pelindung di area tersebut agar lebih nyaman digunakan.

"Dapurnya mana? Harus ada dapurnya. Mbok ya sekalian dipayongin sithik dapur di luar. Kalau dapur di luar, sekalian payungin sedikit," ujar Titiek Soeharto.

Selama memantau area produksi sekitar 10 menit, Titiek Soeharto didampingi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto, Dirjenpas Mashudi, dan Direktur Jenderal Imigrasi (Dirjenim) Hendarsam Marantoko.

"Sehari (produksi) berapa?" tanya Titiek Soeharto kepada Menteri Agus.

Menteri Agus Andrianto langsung memberikan rincian kapasitas produksi harian yang dihasilkan oleh para narapidana di dalam fasilitas BLK tersebut.

"Sehari 2000 pieces, Bu" jawab Menteri Agus Andrianto.

Titiek Soeharto kemudian melanjutkan pendalaman mengenai metode pemrosesan akhir dari material bangunan yang sedang dikeringkan di lokasi.

"(Pengeringan batako dan paving yang dicetak) pakai mesin dry?" tanya Titiek Soeharto.

Menteri Agus Andrianto menjelaskan bahwa proses pengerasan materi bangunan tersebut masih menggunakan metode konvensional.

"Dijemur saja, Ibu," jawab Menteri Agus Andrianto.

Berdasarkan data operasional, sebanyak 20 narapidana dari Lapas Nirbaya dikerahkan setiap hari untuk memproduksi 2.000 buah paving block dan 480 buah batako. Hingga saat ini, workshop FABA di Nusakambangan tercatat telah berhasil memproduksi sebanyak 44.700 buah paving blok dari total target pesanan yang mencapai 50.500 buah.

Program transformasi kawasan pengasingan ini diinisiasi oleh Menteri Agus Andrianto pascapelantikan oleh Presiden Prabowo, memanfaatkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai banyaknya aset lahan tidur milik kementerian. Selain workshop FABA, lahan-lahan produktif kini dikembangkan menjadi berbagai balai latihan kerja seperti konveksi, pupuk organik, budidaya ikan sidat, nila, lele, bawal, tambak udang vaname, peternakan, hingga produksi mocaf dan budidaya anggrek.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author