TNGR Wajibkan Pemandu dan Porter Rinjani Miliki Kartu Akses
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memberlakukan kebijakan baru bagi para penyedia jasa wisata pendakian. Kebijakan ini mewajibkan seluruh pemandu dan porter untuk mengantongi kartu akses resmi.
Seperti dikutip dari Detik Travel, regulasi tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada 1 April 2027 mendatang. Kartu tanda pengenal itu bakal mempunyai masa kedaluwarsa selama satu tahun.
Langkah ini diambil guna menjamin seluruh penyedia jasa di kawasan Gunung Rinjani terdata secara resmi. Selain itu, aturan bertujuan agar pelayanan kepada wisatawan memenuhi standar baku.
Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardiaristo, mengutarakan bahwa pendataan ini krusial untuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan. Targetnya adalah menciptakan aktivitas pendakian yang memiliki kualitas kelas dunia.
"Kami bekerja sama dengan Forum Wisata Lingkar Rinjani untuk melakukan registrasi ulang data porter dan guide di Gunung Rinjani," kata dia, Kamis (18/6).
Berdasarkan catatan Balai TNGR, saat ini terhitung ada 1.085 pemandu bersama 1.415 porter yang telah terdaftar resmi. Proses registrasi ulang nantinya dilakukan melalui wadah forum komunikasi setempat.
"Bagi guide dan porter akan didata ulang melalui Forum Wisata Lingkar Rinjani untuk memperoleh kartu pass guide dan porter," jelas Astekita.
Meskipun implementasi penuh baru berjalan per 1 April 2027, pembaruan data kartu akses harus dikerjakan secara periodik. Kepemilikan identitas ini merupakan bagian dari standar operasional prosedur pendakian.
Sebelum kebijakan ID card bergulir, para pekerja lapangan ini sebenarnya sudah dibekali sistem identifikasi digital. Kode batang tersebut digunakan sebagai alat pengenal utama selama bertugas.
"Pendataan dan penguatan selama ini sudah ada barcode untuk tanda pengenal dan sekarang dalam bentuk kartu pass atau ID card," ujar Astekita.
Eksistensi para pemandu maupun porter memiliki esensi besar dalam ekosistem pariwisata Rinjani. Peran mereka tidak sebatas mengawal langkah kaki para pengunjung sampai ke area puncak gunung.
"Mereka garda terdepan dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah. Menjamin keselamatan pengunjung, melindungi kelestarian ekosistem, dan tentunya pelayanan yang profesional dan bertanggung jawab bagi setiap pengunjung," imbuhnya.