TNI dan Polri Ambil Alih Distribusi BBM di Medan

Share

Kemacetan antrean kendaraan terjadi di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan sejak sore hingga malam hari akibat hambatan pasokan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi yang memicu kekosongan stok Pertalite dan Pertamax pada Selasa (14/7/2026) malam tersebut terjadi karena kendala penyaluran armada tangki pengangkut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Seorang pengguna jalan, Leo Sembiring, membagikan pengalamannya yang harus menyisir hingga lima titik pengisian untuk mengisi bahan bakar kendaraannya yang hampir habis.

"Sudah empat SPBU saya datangi, yakni SPBU Lau Chih, SPBU Al-Azhar, SPBU Johor, dan SPBU Lapangan Tembak, baru dapat di SPBU Ngumbang Surbakti. Tangki minyak saya juga sudah hampir kosong," ucap Leo, salah seorang pengendara.

Ia harus menunggu di barisan antrean sejak pukul 18.30 WIB hingga menjelang tengah malam demi memastikan kendaraannya terisi untuk menunjang aktivitas kerja keesokan hari.

Merespons situasi darurat ini, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengungkapkan bahwa kemacetan antrean di fasilitas pengisian bahan bakar telah berlangsung selama dua hari terakhir akibat pemutusan hubungan kerja massal pada pengemudi truk tangki.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina dan TNI/Polri. Kami dari TNI/Polri menyiapkan driver," ujar Bobby, Gubernur Sumatera Utara.

Bobby menegaskan langkah taktis ini diambil agar persoalan internal manajemen penyalur tidak berdampak buruk pada mobilitas masyarakat sehari-hari.

"(TNI/Polri) cek pengamanan untuk bisa mengganti sementara driver yang hari ini belum selesai perekrutannya. Jadi kami minta mulai malam ini dari TNI/Polri sudah siap jumlah personel untuk kontrol. Pertamina sedang berkoordinasi berapa jumlah yang dibutuhkan, pemerintah siap men-cover sementara," kata Bobby.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author