Toy Story 5 Resmi Tayang Menampilkan Konflik Gadget dan Mainan

Share

Bioskop-bioskop di Indonesia resmi memutar film animasi Toy Story 5 mulai 17 Juni 2026. Sinema terbaru garapan Disney dan Pixar ini menghadirkan alur cerita yang sarat akan nilai moral positif bagi penonton keluarga. Karya sinematik ini disutradarai oleh Andrew Stanton, sineas peraih Piala Oscar, bersama Kenna Harris.

Lindsay Collins bertindak sebagai produser untuk film yang diisi suara oleh Tom Hanks, Tim Allen, Joan Cusack, dan Greta Lee, seperti dikutip dari HaiBunda. Kisah dalam Toy Story 5 melanjutkan petualangan karakter ikonik seperti Woody, Buzz Lightyear, dan Jessie. Fokus cerita berada pada dinamika kehidupan mereka bersama pemilik barunya, Bonnie.

Keseharian mereka yang awalnya ceria mulai berubah setelah orang tua Bonnie memberikan sebuah gawai canggih bernama Lilypad. Perangkat digital tersebut memfasilitasi anak-anak untuk bermain game serta berinteraksi dengan teman virtual.

Kehadiran Lilypad berhasil memikat perhatian Bonnie hingga membuat dirinya asyik di dunia digital. Dampaknya, Bonnie perlahan mulai melupakan dan mengabaikan boneka-boneka kesayangannya. Kondisi ini memicu para mainan merasa tersisih dari kehidupan sang pemilik. Mereka kemudian menyusun strategi untuk merebut kembali perhatian Bonnie agar ia terlepas dari ketergantungan gawai.

Di tengah situasi tersebut, masa lalu kelam dari karakter Jessie kembali terbuka. Upayanya membantu Bonnie justru membangkitkan ingatan pahit mengenai luka lama yang ditinggalkan oleh pemilik terdahulunya.

Pesan Moral dan Karakter Baru

Toy Story 5 menyajikan benturan narasi antara kemajuan teknologi digital dengan eksistensi mainan konvensional. Persoalan ini dikemas secara hangat tanpa melibatkan konflik yang saling menjatuhkan. Jessie, yang memegang peran sebagai sheriff sekaligus pemimpin, memperlihatkan figur yang adaptif.

Ia tidak menolak perkembangan teknologi modern, namun tetap memegang teguh prinsip kebaikan yang diyakininya. Selain tokoh-tokoh lama, film ini memperkenalkan karakter baru dari ekosistem digital Lilypad. Penonton akan melihat kemunculan tiga mainan berbasis teknologi canggih bernama Snappy, Smarty Pants, dan Atlas.

Bagi penonton dewasa, tayangan ini menawarkan aspek nostalgia lewat kemunculan karakter klasik. Sementara untuk anak-anak, alur ceritanya memberikan pemahaman mengenai dampak buruk ketergantungan gawai.

Film ini juga memberikan gambaran nyata tentang krusialnya interaksi sosial secara langsung bagi tumbuh kembang anak. Toy Story 5 dikategorikan sebagai tontonan PG atau Parental Guidance yang memerlukan pendampingan orang tua.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author