Prefektur Toyama Mengubah Nama Bandara Guna Menarik Wisatawan Asing
Pemerintah Prefektur Toyama di Jepang mengubah nama julukan bandaranya menjadi Bandara Sushi Toyama-Takayama pada Senin (8/7/2026) demi mendongkrak popularitas daerah dan memikat kunjungan wisatawan mancanegara. Langkah rebranding ini diambil setelah jumlah penumpang pesawat di pintu udara pesisir Laut Jepang tersebut mengalami penurunan pada tahun fiskal lalu, yang menjadi penurunan tahunan pertama dalam lima tahun terakhir, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Bandara Toyama menghadapi persaingan ketat dari jalur kereta cepat Hokuriku Shinkansen yang membuka rute langsung ke Tokyo sejak 2015, sehingga menyebabkan penangguhan banyak rute penerbangan luar negeri terjadwal seperti ke Seoul, Shanghai, dan Dalian.
Sebelum perubahan ini diumumkan, fasilitas penerbangan tersebut menyandang nama julukan Bandara Toyama Kitokito yang disematkan sejak kontes publik tahun 2012 untuk memperingati hari jadi prefektur ke-130.
Gubernur Toyama, Hachiro Nitta mengumumkan langsung kebijakan pergantian identitas bandara tersebut untuk mengoptimalkan pemasaran pariwisata luar negeri melalui dua kata ikonik. Penggunaan nama baru ini diharapkan dapat menaikkan profil prefektur karena memanfaatkan kata 'Sushi' dan 'Takayama' yang dinilai telah memiliki pengakuan global instan di kalangan turis asing.
Meskipun jadwal kepastian implementasi penuh dari nama baru ini belum dirinci, identitas anyar tersebut dipastikan segera melengkapi materi promosi internasional dan strategi penjenamaan wilayah. Upaya pemulihan angka operasional bandara ini juga didukung dengan rencana pemulihan rute penerbangan internasional menuju Taipei yang dijadwalkan kembali aktif pada Agustus mendatang setelah sempat terhenti selama sekitar enam setengah tahun.