Tradisi Kuliner Unik Peringatan Maulid Nabi di Berbagai Daerah Indonesia
Peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW setiap 12 Rabiul Awal dirayakan secara khas di berbagai pelosok Nusantara. Dilansir dari Detik Food, beberapa wilayah di Indonesia menghadirkan sajian kuliner istimewa yang hanya muncul saat momen tahunan ini.
Masyarakat Desa Loram Kulon di Kudus, Jawa Tengah, menggelar tradisi Ampyang Maulid. Puncak acara diisi festival gunungan berisi ampyang atau kerupuk ketela warna-warni dan nasi kepal bungkus daun jati yang dibagikan sebagai sedekah turun-temurun.
Sementara di Gorontalo, warga menyajikan kue kolombengi. Papan bolu bertekstur agak keras dengan cita rasa manis dan aroma telur kuat ini lazim disandingkan bersama lalampa nasi kuning serta bajo.
Ketupat Sumpil hingga Nasi Ulam Sari
Wilayah Kaliwungu di Kendal, Jawa Tengah, memiliki sajian ketupat sumpil yang dibungkus daun pisang atau bambu. Makanan yang dikonsumsi dengan parutan kelapa atau serundeng pedas ini dikenalkan sejak zaman Sunan Kalijaga sebagai simbol keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama.
Perayaan di Bali juga diwarnai kehadiran telur male, seperti yang dilakukan warga kampung muslim Desa Loloan Timur, Jembrana. Telur berbumbu ini dihias kertas warna-warni dan untaian buah-buahan di area masjid setempat.
Di Pacitan, Jawa Timur, warga merayakan peringatan ini dengan nasi ulam sari. Olahan berbentuk tumpeng yang dilengkapi lauk ayam utuh rebus tersebut dipercaya menyimpan makna filosofis sebagai simbol penolak bala dan pemohon keberkahan.