Tren Loneliness Influencer Menjamur di TikTok, Wanita Rayakan Hidup Menyendiri

Share

Gaya hidup ideal yang identik dengan lingkaran pertemanan luas dan jadwal sosial padat kini mulai bergeser. Media sosial TikTok tengah diramaikan oleh tren baru yang memperlihatkan para wanita merayakan kehidupan tanpa pasangan. Para wanita tersebut secara terbuka membagikan keseharian mereka yang hidup sendiri dan tanpa anak.

Menariknya, kesendirian tidak lagi dipandang sebagai kondisi menyedihkan, melainkan pilihan hidup yang mendatangkan ketenangan dan kebebasan. Fenomena ini melahirkan istilah 'loneliness influencer', yaitu para pembuat konten yang mendokumentasikan rutinitas harian mereka tanpa banyak interaksi sosial. Salah satu kreator yang disorot, seperti dilansir dari Wolipop, adalah Ella Glows.

Melalui video yang telah mengumpulkan lebih dari 300 ribu likes, Ella membagikan alasan pribadinya menikmati kesendirian. Ia semula mengira kenyamanan itu muncul karena ia menyukai dirinya sendiri, namun belakangan menyadari ada faktor lain.

Saat menyendiri, Ella merasa terbebas dari beban untuk menyenangkan orang lain. Ia juga tidak perlu mencemaskan penilaian orang sekitar atau mengkhawatirkan kenyamanan lawan bicaranya. "Ketika sendirian, saya benar-benar bisa rileks. Saya tidak perlu menyenangkan siapa pun selain diri sendiri," ungkapnya di TikTok.

Kreator lain bernama Lana asal Toronto juga membagikan konten serupa. Ia mendedikasikan videonya untuk para perempuan yang hidup sendiri namun tidak merasa kesepian. Lana secara rutin menunjukkan kesehariannya sebagai wanita lajang tanpa anak yang tinggal mandiri. Ia bahkan mengaku tidak mempunyai teman dekat dalam kehidupannya.

Unggahan dari kedua kreator ini menuai banyak respons positif dari warganet. Banyak yang menilai kehidupan mereka sebagai potret ketenangan hidup, bahkan ada yang berpendapat menjaga terlalu banyak pertemanan justru menguras energi mental. Pakar budaya dan branding, Chad Teixeira, menilai tren ini muncul karena adanya perubahan makna kesendirian di mata generasi muda.

Status lajang atau melewatkan akhir pekan sendirian kini tidak lagi dianggap sebagai hal yang perlu dijustifikasi. Kondisi tersebut saat ini ditempatkan sebagai sebuah keputusan hidup yang diambil secara sadar. Platform seperti TikTok memberikan ruang bagi individu untuk memegang kendali penuh atas narasi kehidupan mereka.

"Yang terjadi saat ini adalah proses rebranding terhadap kesendirian," ujar Teixeira.

Pilihan untuk tidak berkencan, tidak mengonsumsi alkohol, atau membatasi aktivitas sosial kini dipandang sebagai bentuk kemandirian. Teixeira melihat fenomena ini berkaitan erat dengan kelelahan mental, beban ekonomi, serta kejenuhan akibat tuntutan konektivitas konstan. Situasi tersebut membuat privasi, ketenangan, dan waktu untuk diri sendiri menjadi hal yang sangat bernilai.

Karakteristik ini sejalan dengan generasi Z yang lebih menyukai kehidupan teratur, tenang, dan minim drama. "Memilih tidak berkencan atau menghabiskan malam tanpa teman bukan lagi dianggap kesepian. Itu dipandang sebagai bentuk kedaulatan atas hidup sendiri," katanya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author