Tujuh Finalis Lolos ke Babak Top 7 The Icon Indonesia
Ajang pencarian bakat menyanyi The Icon Indonesia menetapkan tujuh finalis untuk melaju ke babak Top 7 Final setelah Queen asal Ambon tereliminasi dalam babak Top 8 Final Special Million Views yang disiarkan secara langsung oleh SCTV dari Studio 6 EMTEK City pada Senin malam, 15 Juni 2026.
Kompetisi yang dipandu oleh host Ananda Omesh dan Desta tersebut menggunakan mekanisme akumulasi penampilan dan dukungan Virtual Gift dari pemirsa melalui aplikasi Vidio ataupun barcode QRIS di layar televisi sebagai penentu kelolosan para peserta.
Penilaian performa para finalis di atas panggung diputuskan oleh dewan juri yang terdiri atas Titi DJ, Afgan, Isyana Sarasvati, dan Andien.
Acara dibuka dengan penampilan kedelapan finalis menyanyikan lagu "Diam-Diam Suka" dilanjutkan "Eee A" yang sukses mengajak seluruh pemirsa di Studio 6 EMTEK City bergoyang bersama.
Finalis asal Tangerang, Felicia Angelica, berhasil mengamankan posisi aman di zona hijau setelah membawakan lagu Mangu secara syahdu hingga mendapatkan standing ovation dari keempat juri.
Pemerintah Kota Tangerang memberikan dukungan penuh terhadap pencapaian Felicia yang dinilai mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
"Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Felicia di audisi The Icon Indonesia. Prestasi ini tentu bukan sesuatu yang diraih dengan mudah. Dibutuhkan kerja keras, latihan, keberanian, dan semangat yang luar biasa.
Terus belajar, jaga kesehatan, dan tampilkan yang terbaik di setiap kesempatan." ujar H. Sachrudin, Wali Kota Tangerang.
Wali Kota Tangerang menambahkan bahwa keberhasilan Felicia membuktikan potensi besar generasi muda daerah untuk bersaing di tingkat nasional.
"Jangan takut bermimpi besar karena Kota Tangerang bangga memiliki generasi muda yang berani menunjukkan kemampuan dan membawa nama daerah di panggung nasional. Semangat terus Felicia, bawa pulang prestasi terbaik." tambah H. Sachrudin.
Dukungan senada mengalir dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang yang berharap seluruh masyarakat dapat memberikan dukungan penuh agar Felicia semakin termotivasi.
"Kami sangat bangga dengan pencapaian Felicia Angelica. Kehadirannya di ajang nasional seperti The Icon Indonesia menunjukkan bahwa Kota Tangerang memiliki generasi muda yang kreatif, berbakat, dan mampu bersaing di tingkat nasional. Kami berharap masyarakat Kota Tangerang dapat memberikan dukungan penuh agar Felicia semakin termotivasi untuk memberikan penampilan terbaik dan meraih hasil yang membanggakan," ungkap Boyke Urif Hermawan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang.
Penampilan Felicia juga menuai pujian tinggi dari juri Titi DJ yang memprediksi masa depannya di industri musik.
"Saya yakin judges lainnya juga sama dengan saya sangat menikmati penampilan kamu. Saya tidak mengada-ngada kalau kamu akan menjadi the next icon Indonesia" puji Titi DJ.
Pujian mendalam juga datang dari Afgan yang mengagumi kualitas vokal Felicia di usia muda sebelum keduanya dipersilahkan oleh pembawa acara untuk berduet menyanyikan lagu Percayalah.
"Kamu berhasil membuat saya merinding malam ini. Kamu selalu berhasil membawakan lagu penuh rasa. Kamu cemerlang sekali Felicia di usia kamu. Saya bisa billing kamu salah satu vokalis terbaik di generasi kamu" tutur Afgan.
Selain Felicia, penampilan mengagumkan diperlihatkan oleh Vedra Sibuea, finalis asal Batam yang membawakan lagu Hanya Memuji dan sukses mendapatkan tiga standing ovation dari juri, serta didukung langsung oleh Shanty melalui video.
Atas capaian tersebut, Vedra menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak serta komunitas yang terus memberikan doa tanpa henti.
"Bisa sampai di Top 8 The Icon Indonesia merupakan sebuah kebanggaan dan anugerah yang sangat berarti bagi saya. Perjalanan ini tidak mungkin saya lalui sendiri. Saya berterima kasih kepada keluarga, teman-teman sekolah, sahabat, komunitas, jemaat gereja, masyarakat Batam, dan semua pihak yang terus memberikan doa serta dukungan tanpa henti," ujar Vedra Sibuea.
Vedra juga menyampaikan apresiasi khusus kepada pihak kedinasan Kota Batam yang selalu mengirimkan pesan penyemangat sebagai energi tambahan baginya.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ardiwinata, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam. Beliau selalu memberikan dukungan dan motivasi setiap kali saya tampil. Pesan-pesan penyemangat yang beliau kirimkan menjadi energi tambahan bagi saya untuk terus percaya diri dan memberikan penampilan terbaik. Dukungan tersebut sangat berarti dan membuat saya merasa tidak berjuang sendirian," ungkap Vedra Sibuea.
Melalui kompetisi ini, Vedra berharap dukungan dari masyarakat Batam dan Kepulauan Riau dapat terus mengalir agar ia mampu melangkah ke babak selanjutnya.
"Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Batam dan Kepulauan Riau. Semoga saya dapat terus melangkah ke babak berikutnya dan memberikan kebanggaan bagi daerah yang saya cintai," tambah Vedra Sibuea.
Apresiasi atas dedikasi Vedra yang berhasil membawa nama baik daerah turut disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam yang juga membuka donasi patungan melalui QRIS fanbase VEDRISE.
"Kami sangat bangga atas pencapaian Vedra yang berhasil menembus Top 8 The Icon Indonesia. Ini membuktikan bahwa Batam memiliki talenta-talenta muda yang mampu bersaing di tingkat nasional. Vedra tidak hanya membawa nama dirinya sendiri, tetapi juga membawa nama baik Kota Batam dan Kepulauan Riau," kata Ardiwinata, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam.
Pihak kedinasan mengajak seluruh masyarakat Batam memberikan dukungan terbaik berupa Virtual Gift atau memindai barcode QRIS agar Vedra dapat melangkah lebih jauh.
"Mari kita bersama-sama memberikan dukungan terbaik untuk Vedra. Setiap dukungan yang diberikan akan menjadi semangat besar baginya untuk terus berjuang. Semoga Vedra dapat melangkah lebih jauh, meraih prestasi terbaik, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Batam untuk terus berkarya dan berani mengejar mimpi," ujar Ardiwinata.
Penampilan Vedra sendiri mendapatkan komentar dari Andien yang mengapresiasi penempatan kekuatan vokalnya secara tepat di atas panggung.
"Terima kasih Vedra sudah membuka malam ini dengan mengagumkan. Aku juga mengapresiasi kamu karena dapat menempatkan kekuatan-kekuatan kamu di posisi yang sangat tepat" puji Andien.
Meskipun memuji suara dasar Vedra, Isyana Sarasvati memberikan catatan bahwa improvisasi yang dilakukan malam itu terbilang terlalu banyak.
"Vedra tidak perlu membuktikan lagi kalau suara kamu sudah sangat bagus, jadi menurutku tadi terlalu banyak improvisasi" ungkap Isyana Sarasvati.
Kompetisi malam itu juga menampilkan performa dari Gerald asal Ambon yang membawakan lagu Masih Ada serta mendapatkan dukungan spesial dari Ello melalui tayangan video.
Namun, Gerald mendapatkan evaluasi dari juri terkait kontrol bernyanyi akibat fokus pada koreografi.
"Kemampuan koreo kamu semakin baik, namun sayangnya kamu jadi kurang kontrol saat bernyanyi. Mungkin kamu terlalu fokus koreo, sehingga di beberapa part lagu kurang on point. Mudah-mudahan kalau kamu lolos, bisa lebih baik lagi karena sebenarnya aku suka dengan suara kamu," komentar Titi DJ.
Suasana studio kemudian berubah ketika Silvia asal Bandung tampil dengan lagu Suara (Ku Berharap) karya grup band Hijau Daun, didukung oleh sang vokalis Dide via video, serta mendapatkan pujian signifikan atas kegigihannya meningkatkan kemampuan vokal.
"Silvia is back! Kamu itu memiliki kemampuan bercerita lewat bernyanyi. Saya salut sekali dengan kegigihan kamu karena kamu beberapa kali berada di zona merah, tapi kamu terus meningkatkan kemampuan kamu," ungkap Titi DJ.
Apresiasi terhadap Silvia juga dipertegas oleh Isyana Sarasvati yang menganggap penampilannya malam itu sebagai performa terbaik.
"Silvia jujur ini penampilan terbaik kamu di The Icon. Kamu mengubah cara menyanyi kamu. Perubahan kamu signifikan sekali," puji Isyana Sarasvati.
Selanjutnya, Diva asal Semarang tampil membawakan lagu Dia yang dipopulerkan oleh Anji dan didukung langsung oleh sang penyanyi melalui tayangan video.
"Suara kamu itu ciri khasnya semakin keluar" ungkap Isyana Sarasvati.
Anji selaku penyanyi asli lagu tersebut turut menyampaikan harapan baiknya untuk kelanjutan Diva di kompetisi.
"Terima kasih Diva sudah membawakan lagu ini dengan begitu indah di panggung The Icon Indonesia. Semoga lagu ini bisa membawa kamu ke babak selanjutnya," harap Anji.
Finalis lain yang memukau juri adalah Glenn asal Deli Serdang melalui lagu Gala Bunga Matahari yang didekasikan untuk mendiang Oma dan Opanya hingga membuatnya menangis di akhir lagu.
"Lagu ini sangat berarti bagi Glenn karena mengenang Oma dan Opa tersayang yang selalu bersama Glenn sejak kecil" tutur Glenn.
Titi DJ memberikan standing ovation bersama tiga juri lainnya dan memuji ketahanan emosi Glenn saat bernyanyi.
"Saat kamu menyanyi tadi terlihat sangat berbeda, menjiwai sekali. Berarti dari awal menyanyi, kamu menahan emosi kamu supaya tidak menangis di tengah lagu. Bagus sekali kamu tadi" puji Titi DJ.
Penampilan memukau lainnya datang dari Sheera asal Bali lewat lagu Butiran Debu yang sukses mendapat standing ovation dari seluruh juri karena dinilai menyampaikan rasa dengan sangat baik.
"Dari semua penampilan kamu di The Icon, ini penampilan kamu yang paling sampai ke hati. Kamu tidak hanya fokus ke skill menyanyi, tetapi kamu menyampaikan penuh rasa. Kontrol kamu sangat baik juga malam ini" puji Isyana Sarasvati.
Afgan menambahkan bahwa Sheera berhasil mengeksekusi improvisasi yang sulit dengan sangat baik dan penuh penjiwaan.
"Menurutku tadi improvisasi kamu sulit tetapi kamu mengeksekusinya dengan sangat baik, tetapi kamu juga tetap menyampaikannya penuh rasa" tambah Afgan.
Sebagai penutup rangkaian penampilan, Queen asal Ambon membawakan lagu Sayang namun dinilai juri masih kekurangan daya kejut dalam kompetisi.
"Kamu semakin mengenal warna suara kamu. Masukan dari aku, di dalam sebuah kompetisi itu perlu mengeluarkan wow factor dari setiap peserta, kamu masih belum menunjukkan itu" komentar Andien.
Titi DJ turut membenarkan komentar tersebut dan memberikan pesan agar Queen tidak terlena dalam suasana kompetisi.
"Kamu jangan terlena sampai lupa bahwa ini adalah kompetisi. Harus ada rasa ingin tampil lebih baik dari yang lain" pesan Titi DJ.
Setelah seluruh penampilan selesai, akumulasi hasil menempatkan Gerald (Ambon), Silvia (Bandung), dan Queen (Ambon) berada di zona merah.
Berdasarkan aturan kompetisi, satu peserta dengan perolehan dana Virtual Gift tertinggi di antara penghuni zona merah akan otomatis lolos tanpa penilaian juri.
Gerald diumumkan menjadi finalis yang selamat setelah memperoleh dana Virtual Gift tertinggi yang menyentuh angka 50 juta koin.
Kondisi tersebut menyisakan Queen dan Silvia yang nasibnya ditentukan sepenuhnya melalui keputusan dewan juri.
"Minggu ke minggu semakin sulit buat juri untuk memilih karena kalian sudah yang terbaik. Kalian sudah memberikan yang terbaik dari diri kalian. Siapapun yang pulang, ini bukan akhir dari segalanya. Ini bisa menjadi awal dari karier yang lebih besar ke depannya" ujar Isyana Sarasvati.
Dewan juri akhirnya sepakat memilih untuk menyelamatkan Silvia agar tetap bertahan di panggung kompetisi.
"Yang saya selamatkan adalah Silvia," ucap Isyana.
Keputusan tersebut memastikan langkah Silvia melaju ke babak berikutnya, sementara perjalanan Queen resmi terhenti di babak Top 8.
Meskipun tereliminasi dari ajang yang ditayangkan SCTV tersebut, Queen menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang terlibat.
"Aku mau mengucapkan terima kasih untuk The Icon Indonesia karena sudah memberikan kesempatan ini. Terima kasih juga untuk RCTI yang sudah mempercayai aku sampai di titik ini" ujar Queen.
Dengan hasil eliminasi tersebut, kompetisi kini resmi menyisakan tujuh finalis yang akan kembali bersaing pada babak selanjutnya.
Ketujuh finalis tersebut adalah Silvia (Bandung), Sheera (Bali), Diva (Semarang), Glenn (Deli Serdang), Felicia (Tangerang), Vedra (Batam), dan Gerald (Ambon).
SCTV dijadwalkan akan menyiarkan secara langsung babak The Icon Indonesia – Top 7 Final pada hari Senin, 22 Mei 2026 mulai pukul 21.15 WIB.