Turis Korea Selatan Mencicipi Kuliner Nasi Padang di Jakarta
Dua orang warga negara Korea Selatan yang merupakan ayah dan paman dari YouTuber Hari Jisun mencicipi kuliner nasi Padang untuk pertama kalinya di sebuah restoran di kawasan Saharjo, Jakarta Selatan pada Jumat (12/6/2026).
Aksi kuliner bapak-bapak asal Korea Selatan tersebut terekam dalam sebuah tayangan video di kanal YouTube Hari Jisun, sebagaimana dilansir dari Detik Food. Mereka mendatangi Rumah Makan Padang Pagi Sore dan terkejut dengan banyaknya jumlah lauk yang disajikan di atas meja.
Ketika melihat puluhan piring hidangan ditata di depan mereka, rasa heran langsung muncul karena tradisi penyajian yang berbeda dengan negara asal mereka.
"Wah! Sebanyak ini?" kata Ayah Jisun.
Melihat keterkejutan tersebut, Hari Jisun kemudian memberikan penjelasan mengenai konsep rumah makan khas Sumatera Barat itu kepada ayah dan pamannya.
"Tempat yang jualan begini namanya Rumah Makan Padang. Penyajiannnya rapi, tampilan makanannya bikin ngiler sih!" kata Jisun.
Sajian yang melimpah membuat sang ayah mengira bahwa seluruh makanan tersebut merupakan hidangan pendamping yang diberikan secara cuma-cuma.
"Kayaknya orang Korea yang pertama kali ke sini akan berpikir kalau semua yang dihidangkan ini gratis, seperti banchan," sahut ayah Jisun.
Mendengar hal itu, Hari Jisun langsung meluruskan kekeliruan tersebut agar tidak terjadi salah paham mengenai sistem pembayaran.
"Benar, ini bukan lauk gratis yang include ya. Kalau kamu habisin semua menunya, siap-siap dompetmu menipis," jelas Jisun.
Lebih dari 20 jenis lauk khas Padang dihidangkan di meja mereka, termasuk sambal cumi, terong, udang asam manis, ayam goreng, dendeng lambok, dan ayam gulai. Kedua turis tersebut kemudian memilih beberapa lauk dan belajar menyantapnya menggunakan tangan langsung.
Di tengah momen makan bersama, perhatian paman Jisun teralih oleh mangkuk berisi air yang disediakan di dekat hidangan.
"Kalau ini air apa?" tanya paman Jisun.
Hari Jisun langsung menerangkan fungsi dari air di dalam mangkuk kecil tersebut yang kerap disalahpahami oleh wisatawan asing.
"Ini air kobokan, untuk cuci tangan. Katanya orang Korea kalau datang ke RM Padang sering mengira air itu untuk minum," jawab Jisun.
Setelah selesai menikmati seluruh hidangan, Hari Jisun membayar total tagihan makan sebesar Rp 580.000 untuk konsumsi mereka bertiga.