TVRI Pastikan Pengelolaan Hak Siar FIFA Sesuai Mekanisme Resmi
Televisi Republik Indonesia (TVRI) memastikan perolehan dan pengelolaan hak siar sejumlah kompetisi FIFA hingga 2027 telah dilakukan sesuai mekanisme resmi, seperti dilansir dari Detikcom pada Sabtu (20/6/2026).
Penyiaran resmi tersebut mencakup rangkaian turnamen besar, termasuk Piala Dunia 2026, yang didasarkan pada Media Rights Agreement sejak Desember 2025. Struktur hak siar, cakupan platform, dan nilai kontrak dipastikan memiliki regulasi khusus yang berbeda di tiap negara.
"Hak ini mencakup Piala Dunia 2026, Piala Dunia U-17 2026, dan Piala Dunia Wanita 2027, dengan periode pemanfaatan hak siar sejak 180 hari sebelum dan 180 hari setelah event berakhir," ujar Fiki dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).
Direktur Utama TVRI Fiki Satari menjelaskan bahwa pihaknya hanya menerima hak media atau penyiaran, bukan hak mengoperasikan kompetisi. TVRI mendapat akses feed resmi pertandingan sesuai dengan mekanisme pengiriman yang ditetapkan oleh FIFA.
"Kami memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada publik selalu memperhatikan batasan informasi kontraktual. Rincian kontrak kerja sama dengan FIFA terikat dengan ketentuan kerahasiaan dalam perjanjian," jelas Fiki.
Terkait proses pembayaran, Fiki Satari menegaskan seluruh tahapan pengajuan anggaran negara telah melalui reviu dokumen dan koordinasi ketat dengan unit hukum serta pengawasan.
"Berdasarkan laporan yang saya terima, proses pembayaran hak siar telah dilakukan sesuai ketentuan kontrak dan mekanisme anggaran negara. Besaran yang dikeluarkan oleh negara sama dengan nilai kontrak yang dibayarkan kepada FIFA. TVRI memastikan setiap tahapan memperhatikan prinsip akuntabilitas, kepatuhan, dan tata kelola yang baik," jelasnya.
Distribusi siaran ini dibatasi hanya di wilayah NKRI melalui tiga medium utama, yaitu terestrial gratis TVRI, layanan OTT seperti Folaplay dan MAXStream, serta layanan DTH melalui Transvision, K-Vision, dan Indovision.
"TVRI membuka akses publik melalui siaran TVRI Nasional dan TVRI Sport secara gratis. Di sisi lain, mitra resmi OTT and DTH menghadirkan opsi tambahan bagi masyarakat yang membutuhkan fleksibilitas akses melalui perangkat digital maupun layanan satelit," ujar Fiki.
Demi menjaga kepatuhan terhadap ketentuan FIFA, TVRI juga menerapkan sistem pengamanan teknis seperti enkripsi dan pembatasan wilayah siaran.
"Kami berharap, siaran Piala Dunia 2026 ini dapat dinikmati dan memberikan kegembiraan bagi masyarakat," pungkas Fiki.