Ube Menjadi Tren Kuliner dan Berpotensi Merawat Kesehatan Kulit
Tren olahan kuliner saat ini tengah diramaikan oleh ube atau uwi ungu (Dioscorea alata). Mulai dari sajian minuman hingga makanan dessert, bahan ini menjadi primadona baru yang amat diminati kalangan muda.
Popularitas ube tak sekadar berakar dari tampilannya yang menarik. Daya tarik utamanya terletak pada tekstur yang lebih pulen serta cita rasa nutty yang unik, membedakannya dari jenis umbi lainnya.
Karakteristik rasa tersebut membuat ube sangat ideal dijadikan bahan baku hidangan penutup maupun dicampur ke dalam minuman seperti matcha. Di balik kelezatannya, ube juga menyimpan potensi untuk merawat kesehatan kulit.
Potensi tersebut berasal dari kandungan antioksidannya yang dinilai efektif melawan penuaan dini. Manfaat ini juga dikonfirmasi oleh praktisi kesehatan yang menyoroti nutrisi di dalam ube.
"Ube ungu memang mengandung antosianin, terutama kelompok cyanidin, yang mempunyai aktivitas antioksidan," ujar praktisi kesehatan, dr Arini Astasari Widodo, SpDVE, dikutip dari Detik Health, Kamis (20/8/2026).
"Antioksidan secara umum dapat membantu melawan oxidative stress akibat UV dan polusi yang berkontribusi terhadap inflamasi, pigmentasi, kerusakan kolagen, dan penuaan kulit," jelasnya.
dr Arini menjelaskan bahwa ube sangat menarik jika dimanfaatkan sebagai supporting antioxidant ingredient dalam produk perawatan kulit. Kandungan antosianin pada tanaman ini ter terbukti cukup tinggi berdasarkan studi ilmiah.
Merujuk pada penelitian yang dipublikasikan oleh ScienceDirect, ube asal Filipina mengandung antosianin berkisar antara 9 hingga 38 miligram per 100 gram sajian. Tingginya kadar antosianin tersebut menghasilkan aktivitas antioksidan yang kuat.
Meski memiliki potensi besar, dr Arini mengingatkan agar efektivitas ube sebagai bahan skincare tidak ditanggapi secara sembarangan karena memerlukan berbagai pertimbangan teknis formulasi.
"Namun, kandungan antioksidan dalam suatu makanan tidak otomatis efektif ketika dijadikan skincare. Kita masih harus mempertimbangkan stabilitas bahan, konsentrasi, penetrasi ke kulit, pH formulasi, dan apakah aktivitasnya tetap bertahan dalam produk jadi," jelasnya.
Hingga saat ini belum ada uji klinis yang secara khusus membuktikan penggunaan ube dalam formulasi produk perawatan kulit. Namun, konsumsi langsung ube tetap sangat disarankan untuk menjaga kesehatan tubuh dan kulit dari dalam.
"Ube adalah makanan bernutrisi dengan kandungan antioksidan yang menarik. Silakan dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat karena mengandung serat dan berbagai fitonutrien," tutur dr Arini.
Meskipun sering dianggap sama, ube (Dioscorea alata) berbeda dengan ubi ungu (Ipomoea batatas). Ube tumbuh dengan cara merambat, sehingga proses budidayanya cenderung lebih rumit dibandingkan ubi ungu atau jenis ubi jalar lainnya yang menjalar di atas permukaan tanah.