Unpad Buka Program Studi Pascasarjana Baru untuk S2 S3 dan Spesialis
Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi menambah deretan pilihan pendidikan dengan membuka beberapa program studi (prodi) pascasarjana baru. Pilihan baru ini mencakup jenjang magister (S2), doktor (S3), hingga program spesialis.
Dikutip dari Detikcom, Direktur Akademik Unpad, Prof Aliya Nur Hasanah menjelaskan bahwa pembukaan prodi baru ini diharapkan mampu memicu inovasi dalam memecahkan persoalan di tengah masyarakat. Hal tersebut selaras dengan target kampus untuk menjadi pusat pendidikan tingkat dunia.
"Selaras dengan keinginan menuju pusat pendidikan dan pengetahuan berkelas dunia maka program pascasarjana diharapkan dapat memberi inovasi-inovasi untuk menyelesaikan berbagai masalah di masyarakat. Diperlukan riset untuk menghasilkan inovasi tersebut, dan prodi pascasarjana yang dibuka diharapkan bisa turut," ujar Direktur Akademik Unpad, Prof Aliya Nur Hasanah dikutip dari laman Unpad, Jumat (29/5/2026).
Untuk jenjang S2, Unpad menghadirkan prodi S2 Hubungan Internasional serta S2 Ilmu dan Teknologi Pangan. Sementara pada jenjang S3, terdapat prodi S3 Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan dan S3 Fisika.
Unpad juga memperluas pilihan untuk prodi spesialis. Beberapa di antaranya meliputi Sp1 Gizi Klinik, Sp2 Patologi Klinik, Sp2 Dermatologi, Venereologi dan Estetika, Sp2 Ilmu Kesehatan Mata, serta Sp2 Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.
Sistem Perkuliahan Magister yang Fleksibel
Di samping prodi baru, Aliya menyebutkan bahwa Unpad kini menyediakan sistem perkuliahan magister yang fleksibel untuk menyesuaikan kebutuhan mahasiswa. Pilihan tersebut meliputi Magister Berbasis Project, Magister Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dan Magister Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
Tersedia pula jalur Magister Alumni Berprestasi dan Berkinerja, serta Magister Double Degree. Melalui Magister PJJ, mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan secara penuh lewat sistem daring, video conference, dan platform e-learning.
"Capaian pembelajaran Magister PJJ tidak ada perbedaan dengan magister reguler, hanya model pembelajarannya dilakukan melalui jarak jauh. Kualitas pembelajaran dan fasilitasnya setara dengan pembelajaran regular," kata Aliya.
Kemudahan lain juga ditawarkan melalui program RPL yang ditujukan bagi para profesional berpengalaman kerja. Pengalaman tersebut dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS) akademik.
"Pada program RPL, profesional yang sudah punya pengalaman kerja bisa direkognisi menjadi SKS akademik. Jadi meski mungkin berkuliah di Unpad lebih pendek, tetapi karena ada rekognisi terhadap apa yang sudah dilakukan maka capaian pembelajarannya juga setara dengan magister regular," jelasnya.
Sementara itu, Magister Berbasis Project (MBP) memfasilitasi pekerja untuk menggunakan studi kasus nyata di tempat kerja sebagai objek penelitian. Untuk Magister Double Degree, mahasiswa akan menempuh studi di Unpad bersama kampus mitra.
Program double degree nasional mengombinasikan prodi Unpad dengan bidang teknik informatika. Kerja sama dengan Binus University membuka prodi Digital Technology in Fishery, Digital Technology in Marine Science, dan Digital Economy, sedangkan dengan Telkom University menyediakan prodi Cyber Forensics Law.