Dokter Kandungan Ungkap Usia Kehamilan Paling Umum untuk Melahirkan

Share

Hari Perkiraan Lahir (HPL) seorang ibu hamil dapat diprediksi melalui usia kehamilan. Dokter spesialis kandungan memiliki acuan tersendiri mengenai durasi kehamilan yang paling sering ditemui sebelum proses persalinan terjadi.

Metode penentuan tanggal estimasi kelahiran ini awalnya bersandar pada hari pertama menstruasi terakhir. Langkah perhitungan tersebut memakai asumsi bahwa seorang wanita mempunyai siklus ovulasi selama 28 hari.

Formulasi lain yang diterapkan adalah aturan Naegele. Mekanisme metode ini dilakukan dengan menambahkan rentang waktu 40 minggu atau sekitar 280 hari pada hari pertama menstruasi terakhir.

"Inilah mengapa kami mencoba mendapatkan perkiraan terbaik dari pasien dan menindaklanjuti penentuan tanggal tersebut dengan USG resmi di trimester pertama," kata okter kandungan dan direktur medis kesehatan wanita di Family Health Centers di NYU Langone, Meleen Chuang, MD, dilansir dari HaiBunda.

Melalui tindakan pemeriksaan USG, tim medis bisa menetapkan HPL berdasarkan indikator ukuran janin. Kendati demikian, angka prediksi persalinan ini masih memiliki peluang untuk bergeser.

"Semakin dekat kita dengan tanggal yang konsisten, semakin akurat tanggal perkiraan kelahiran tersebut," ujar Chuang.

Persalinan bagi wanita yang baru pertama kali mengandung umumnya mencapai durasi 40 minggu jika dihitung sejak hari terakhir menstruasi. Rentang waktu total tersebut biasanya tidak mengalami perubahan pada kehamilan berikutnya.

Walakin, seorang pasien berpotensi melewati proses persalinan aktif secara lebih cepat setelah melahirkan anak pertama. Kondisi tersebut membuat akumulasi waktu persalinan menjadi lebih pendek.

Meleen Chuang memaparkan bahwa waktu persalinan paling kerap berlangsung pada atau sekitar minggu ke-39 kehamilan. Rentang waktu melahirkan biasanya berada pada kisaran kurang atau lebih dua minggu dari jadwal HPL.

"Banyak perempuan dapat memperkirakan akan melahirkan antara minggu ke-37 hingga ke-42 kehamilan."

Meleen Chuang bersama dokter kandungan Lisa Jackson , MD, FACOG, menyatakan bahwa persentase bayi yang lahir tepat pada tanggal perkiraan sangatlah kecil. Jumlah kasus bayi lahir tepat waktu sesuai HPL hanya berkisar antara 4 sampai 5 persen.

"Sebagian besar akan lahir dalam rentang waktu dua minggu di sekitar tanggal perkiraan kelahiran, jadi sulit diprediksi," ujar Jackson.

Kategori bayi prematur disematkan jika kelahiran terjadi sebelum usia kandungan menyentuh 37 minggu. Kasus ini menimpa sekitar 8 hingga 10 persen dari total kelahiran bayi.

Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) membagi klasifikasi kelahiran prematur menjadi beberapa tingkatan. Bayi prematur akhir lahir di antara minggu ke-34 sampai ke-36, prematur awal sebelum minggu ke-34, dan prematur ekstrem sebelum minggu ke-28.

Fenomena kelahiran prematur ini dipicu oleh beragam aspek materiil. Beberapa di antaranya meliputi faktor risiko pada ibu, kondisi kesehatan, pemenuhan nutrisi, hingga riwayat kehamilan kembar.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menjelaskan bahwa istilah cukup bulan disematkan bagi bayi yang lahir di usia 39 hingga 40 minggu. Sebanyak 57 sampai 60 persen bayi lahir pada rentang usia tersebut, sementara 70 hingga 75 persen lahir melewati usia 37 minggu.

"Banyak perkembangan penting terjadi antara minggu ke-34 dan ke-40, terutama pada otak dan paru-paru bayi. Meskipun bayi yang lahir antara minggu ke-37 dan ke-39 umumnya sehat, beberapa minggu terakhir memungkinkan pematangan paru-paru dan akumulasi lemak yang lebih baik. Waktu tambahan ini membantu bayi mengatur suhu tubuh dan gula darah dengan lebih baik. Itulah sebabnya kelahiran cukup bulan adalah ideal," kata Jackson.

Fase kehamilan trimester akhir berlangsung pada rentang minggu ke-40 sampai ke-41, sedangkan kehamilan lewat waktu berjalan hingga melampaui usia 42 minggu. Data medis menunjukkan ada sekitar 5 hingga 10 persen kehamilan yang bertahan hingga melewati minggu ke-41 atau ke-42.

"Sebagian besar dokter kandungan akan recommendasikan persalinan sebelum usia kehamilan 42 minggu," ungkap Jackson.

Terdapat sejumlah risiko medis bagi keselamatan ibu maupun janin apabila persalinan baru dilakukan setelah usia kehamilan melewati 41 minggu. Dampak negatif tersebut meliputi merosotnya volume cairan ketuban hingga potensi janin menelan mekonium.

Konsekuensi dari peningkatan risiko ini membutuhkan tindakan intervensi medis yang cepat. Tim dokter biasanya akan menyarankan opsi persalinan lewat operasi sesar atau memberikan perawatan intensif di Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author