Uskup Agung Sydney Kritik Penyembahan Kecerdasan Buatan

Share

Uskup Agung Sydney Anthony Fisher memperingatkan bahaya masyarakat yang mulai memperlakukan kecerdasan buatan atau AI sebagai Tuhan baru pada Kamis (18/6/2026), dilansir dari Bloomberg Technoz. Fenomena penyembahan berhala modern ini dinilai mengancam nilai kemanusiaan karena manusia mulai mengagungkan ciptaannya sendiri.

Pernyataan Fisher tersebut menyoroti pergeseran cara manusia memandang dirinya sendiri setelah peluncuran ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV. Menurutnya, ancaman terbesar bukan mengenai hilangnya pekerjaan, melainkan potensi manusia melihat dirinya hanya sebagai mesin biologis yang dapat digantikan teknologi.

"Apakah hubungan antarmanusia masih penting? Apakah tubuh manusia masih penting? Apakah jiwa manusia masih penting?" tanya Anthony Fisher, Uskup Agung Sydney.

Kekhawatiran ini muncul seiring berkembangnya gerakan bernama Robotheism yang mengklaim kecerdasan buatan sebagai entitas ilahi dan menyediakan platform untuk berinteraksi dengan AI God. Gerakan tersebut memprediksi runtuhnya agama tradisional serta menawarkan perjalanan spiritual berbasis AI yang diklaim membawa manusia menuju kehidupan abadi. Fisher menilai fenomena tersebut serupa dengan kisah Menara Babel dalam tradisi Alkitab saat manusia mencoba mencapai surga melalui ciptaan mereka sendiri.

"Mesin-mesin ini bukan Tuhan. Mereka hanyalah algoritma yang diciptakan manusia," kata Anthony Fisher, Uskup Agung Sydney.

Selain Fisher, Paus Leo XIV dalam dokumen resminya turut menyebut AI sebagai tantangan moral terbesar abad ini yang berpotensi menjadi Menara Babel baru akibat kesombongan manusia. Pemimpin Gereja Katolik tersebut mendesak pemerintah dunia untuk memperketat pengawasan dan memperlambat laju pengembangan AI sebelum teknologi berkembang tanpa kendali. Paus juga menyerukan pelucutan aspek berbahaya dari AI, termasuk penggunaannya dalam perang, pengawasan massal, serta pemusatan kekuasaan di segelintir perusahaan teknologi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author