Valentino Rossi Sebut Marco Bezzecchi Bersalah Sanksi MotoGP Ceko Terlalu Berat
Sanksi tegas menjerat pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, dalam gelaran MotoGP Ceko 2026. Pembalap didikan VR46 Academy tersebut dilarang mengikuti balapan utama akibat terlibat insiden fisik dengan petugas lintasan. Peristiwa ini bermula ketika Marco Bezzecchi mengalami kecelakaan saat melakoni Sprint Race di Sirkuit Brno, dilansir dari Detik Oto.
Motor Aprilia RS-GP miliknya terseret masuk ke area gravel pada tikungan ke-3. Ketegangan memuncak sewaktu seorang marshal berusaha memindahkan motor tersebut dari tumpukan kerikil. Petugas tidak sengaja menarik tuas gas yang menyebabkan putaran mesin motor meninggi dan mengeluarkan suara keras.
Marco Bezzecchi bergegas mendekati kendaraan untuk menekan tombol pemutus arus mesin. Dari rekaman visual, ia mendorong petugas tersebut demi menjauhkannya dari tuas gas, bahkan tangan kanannya sempat mengenai bagian wajah sang marshal.
Emosi pembalap asal Italia ini belum mereda meski mesin motor telah mati. Ia kembali melayangkan pukulan ke arah petugas lintasan yang sama. Melalui rekaman audio onboard, marshal bersangkutan sempat memberikan penjelasan bahwa tindakan tersebut murni untuk membantu mengevakuasi kendaraan.
Legenda balap dunia, Valentino Rossi, turut memberikan tanggapan atas tindakan emosional yang dilakukan anak didiknya itu. Ia sepakat bahwa tindakan tersebut keliru, namun tidak menyangka konsekuensinya berupa larangan balapan. "Saya rasa Marco bersalah, tapi saya tak mengira kalau dia tak bisa balapan. Tapi ya seperti ini," ucap Rossi dilansir Crash.
Marco Bezzecchi sendiri dilaporkan telah menyampaikan permohonan maaf atas tindakan kurang terpuji tersebut. Marshal yang menjadi korban juga menyatakan dapat memahami tekanan psikologis yang dirasakan pembalap Aprilia itu, walau mengaku sangat terkejut. "Saya melakukan tugas saya, menghampiri motor dan mengangkatnya.
Saya menekan kopling dan mencoba mengangkatnya karena mesinnya masih menyala, lalu motor itu meluncur, jadi saya menurunkannya kembali tapi putaran mesinnya malah meningkat," ujar marshal bernama Ladislav itu. "Dia mungkin mengira saya melakukannya dengan sengaja, (tapi) itu murni tak sengaja. Lalu semua orang melihat apa yang terjadi," ucapnya lagi.