Pensiun dari Bulutangkis Viktor Axelsen Cicipi Bakmi di Indonesia
Mantan pemain bulutangkis nomor satu dunia asal Denmark, Viktor Axelsen, kini tengah menikmati masa pensiun dengan cara yang santai. Seperti diberitakan oleh Bola, legenda tunggal putra tersebut baru saja mencicipi kuliner bakmi saat berada di Indonesia dan memberikan respons positif.
Lewat akun X pribadinya, Axelsen membagikan momen saat menyantap hidangan bakmi yang disajikan lengkap dengan kuah, bakso, serta berbagai makanan pendamping.
"Saya dulu tidak banyak mencoba makanan lokal selama karier karena tidak ingin mencoba hal baru sebelum dan selama kompetisi," tulisnya.
"Namun sekarang setelah pensiun, sudah waktunya mencoba. Di Indonesia saat ini dan baru saja mencoba ‘Bakmi’, tidak buruk!" tambahnya.
Langkah gantung raket diambil Axelsen secara resmi pada 15 April 2026 dalam usia 32 tahun. Keputusan berat ini harus terjadi lantaran ia mengalami masalah cedera punggung kronis yang berkepanjangan.
Ia sempat naik ke meja operasi pada April 2025, namun kondisinya kembali menurun pada Oktober di tahun yang sama. Pada akhirnya, atlet Denmark ini mengakui bahwa kondisi fisiknya tidak lagi ideal untuk memproyeksikan latihan dan persaingan di level tertinggi.
"Tubuh saya sudah tidak mengizinkan saya melanjutkan," ujar Axelsen.
Rekor dan Prestasi Emas yang Ditinggalkan
Meskipun menyudahi karier profesional di usia yang tergolong muda, Axelsen menorehkan tinta emas yang sangat sulit ditandingi di sektor tunggal putra dunia. Ia menjadi pemain paling sukses dalam sejarah Olimpiade lewat raihan dua medali emas berturut-turut di Tokyo 2020 dan Paris 2024, ditambah satu medali perunggu di Rio 2016.
Catatan prestasi lainnya mencakup dua kali gelar Juara Dunia pada 2017 dan 2022, trofi All England, serta keberhasilan memimpin Denmark menjuarai Thomas Cup 2016. Axelsen juga tercatat pernah bertengger di peringkat satu dunia selama 183 minggu.
Keberhasilan sang legenda di lapangan sering kali dipandang sebagai era keemasan baru bagi bulutangkis Eropa modern. Melalui dominasinya tersebut, ia sukses mematahkan dominasi panjang para pemain Asia di sektor tunggal putra.