VinFast Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Solid di Indonesia
Produsen otomotif asal Vietnam, VinFast, hadir di pasar Indonesia tidak sekadar memasarkan produk kendaraan. Perusahaan ini membawa strategi komprehensif berupa penyediaan sistem pendukung kendaraan listrik (EV) yang terintegrasi secara lengkap.
Langkah taktis tersebut mencakup penyediaan infrastruktur pengisian daya, armada transportasi massal berbasis EV, hingga pemanfaatan sinergi antarperusahaan di bawah payung Vingroup. Strategi ini diklaim menjadi kunci percepatan penetrasi merek tersebut di pasar global.
Dikutip dari Detik Oto, konsistensi ekspansi pabrikan yang berdiri sejak 2017 ini mendapat perhatian positif dari internal manajemen di tanah air karena komitmen besarnya dalam industri hijau.
"Yang kami lihat dari VinFast ini adalah konsistensi dan persistensi. Kita juga bisa belajar di VinFast ini dari komitmennya, di mana sangat besar komitmen dari Vingroup yang dalam waktu yang sangat singkat menjadi brand nomor 1 kendaraan listrik di Vietnam," kata CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto.
Kariyanto Hardjosoemarto menilai bahwa kesuksesan VinFast bertumpu pada pembangunan kepercayaan konsumen melalui penyediaan ekosistem yang solid, bukan sekadar berjualan unit mobil listrik.
"Kalau kita lihat market di Vietnam sangat yakin, atau istilahnya punya komitmen yang tinggi terhadap produk-produk dari Vingroup. Dan itu yang saya lihat juga sebagai salah satu faktor penunjang kenapa VinFast bisa berkembang sangat besar, di samping tentu di sini juga kunci kesuksesannya adalah masalah ekosistem," kata Kariyanto.
Di pasar roda empat Indonesia, produsen ini telah meluncurkan berbagai model untuk segmen pemula hingga menengah. Lini produk tersebut meliputi VinFast VF3, VF e34, VF5, VF6, VF7, dan VF MPV 7.
Ekspansi kemudian merambah ke sektor roda dua dengan rencana pengenalan tiga motor listrik sekaligus pada Sabtu (18/7), yaitu VinFast EVO, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper.
Inovasi Layanan Baterai dan Jaringan Pengisian Daya
Konsumen mobil dan motor listrik ini dapat memanfaatkan skema sewa baterai. Khusus kendaraan roda dua, tersedia sistem swap battery untuk mempercepat proses pengisian daya secara lebih efisien.
Fasilitas penukaran daya tersebut diakomodasi melalui jaringan mandiri bernama V-Green. Stasiun pengisian daya ini sudah tersebar di beberapa wilayah seperti Pulau Jawa, Bali, dan sekitarnya, serta terus diperluas ke berbagai titik lain.
Fasilitas V-Green juga menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mobil. Integrasi ekosistem semakin lengkap dengan hadirnya layanan moda transportasi darat massal berupa taksi listrik melalui produk Green SM.