Vladimir Putin Menjamu Pemimpin ASEAN di Kazan
Presiden Rusia Vladimir Putin menjamu para pemimpin negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) pada Rabu (18/06) dalam pertemuan dua hari di Kazan, Republik Tatarstan, untuk memperkuat hubungan bisnis dan kerja sama strategis regional.
Pertemuan yang menandai 35 tahun hubungan Rusia dan ASEAN ini membahas perluasan kemitraan di tengah upaya Moskow memperdalam hubungan politik dan ekonomi dengan Asia, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin Yuri Ushakov mengonfirmasi bahwa agenda pertemuan mencakup evaluasi hubungan, pertukaran pandangan isu global, serta penegasan komitmen terhadap tatanan dunia multipolar yang adil berdasarkan hukum internasional.
Forum bisnis yang digelar di sela-sela pertemuan tersebut juga menjadi sarana bagi Putin untuk menyampaikan optimisme terkait perluasan investasi dan perdagangan langsung antara komunitas bisnis.
"menciptakan peluang baru untuk memperluas kerja sama perdagangan, investasi, dan industri yang saling menguntungkan, sekaligus memperkuat dialog langsung antara komunitas bisnis." kata Presiden Rusia Vladimir Putin.
Moskow mengalihkan fokus ekonomi ke Asia akibat sanksi Barat, sementara beberapa negara ASEAN seperti Filipina, Indonesia, Thailand, dan Vietnam dilaporkan mengimpor atau berminat membeli minyak mentah Rusia setelah gejolak harga energi global.
Dalam jamuan resmi yang diadakan, pemimpin Rusia tersebut kembali menekankan kesamaan visi antara negaranya dan blok Asia Tenggara dalam membangun stabilitas kawasan.
"Rusia dan negara-negara ASEAN bersama-sama mendukung pembentukan tatanan dunia yang adil serta membela prinsip kesetaraan kedaulatan negara dan nonintervensi dalam urusan dalam negeri," ujar Presiden Rusia Vladimir Putin.
Menurutnya, kekuatan dari hubungan ini terletak pada kemandirian tiap negara dalam menentukan arah perkembangannya tanpa intervensi pihak lain.
"Semua negara kita menjalankan model pembangunannya masing-masing dan tidak memaksakan pandangannya kepada siapa pun. Dan inilah kekuatan kita," kata Presiden Rusia Vladimir Putin.
Ia kemudian menegaskan kesiapan negaranya untuk terus menjalin kemitraan strategis demi kemakmuran bersama di kawasan Eurasia.
"Rusia siap melanjutkan kerja sama aktif dengan negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat kemitraan strategis demi menjamin keamanan, kesejahteraan, dan kemakmuran negara serta rakyat kita, juga kawasan Eurasia secara keseluruhan." kata Presiden Rusia Vladimir Putin.
Di sela pertemuan, Putin juga mengadakan pembicaraan bilateral dengan sejumlah pemimpin, termasuk Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. selaku pemegang keketuaan bergilir ASEAN, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.