Volkswagen Berencana Pangkas 100.000 Pekerjaan dan Tutup Pabrik di Jerman

Share

Raksasa otomotif Jerman, Volkswagen, kini menghadapi eskalasi internal yang signifikan setelah jajaran direksi di bawah kepemimpinan CEO Oliver Blume merencanakan pengurangan hingga 100.000 tenaga kerja serta penutupan beberapa pabrik di Jerman akibat tekanan efisiensi biaya dan penurunan penjualan global. Langkah restrukturisasi radikal ini dipicu oleh kemerosotan laba bersih perusahaan sebesar 28,4 persen menjadi 1,56 miliar euro pada kuartal pertama tahun ini, sementara pendapatan operasional mereka turun hingga 14,3 persen menjadi 2,5 miliar euro. Kondisi ini diperparah oleh penurunan pengiriman kendaraan global sebesar 6,3 persen menjadi 4,13 juta unit pada paruh pertama tahun ini, dengan pasar China mencatatkan kemerosotan paling tajam hingga 25,9 persen.

Meskipun demikian, dewan pengawas Volkswagen dilaporkan menolak rencana penutupan empat pabrik utama di Jerman, yaitu pabrik di Emden, Hannover, Zwickau, serta pabrik Audi di Neckarsulm, sementara operasional pabrik di Osnabruk dipastikan akan berakhir tahun depan.

Dalam wawancara internal yang disebarkan kepada para karyawan, CEO Volkswagen memberikan pandangannya mengenai langkah alternatif untuk menghindari penutupan fasilitas produksi secara total di masa mendatang. "Intelligente Lösungen sind immer besser, als ein Werk zu schließen" ujar Oliver Blume, CEO Volkswagen.

Blume tidak menampik laporan mengenai rencana penutupan tersebut, namun ia menekankan pentingnya mencari solusi alternatif demi menekan biaya produksi operasional tanpa harus langsung mematikan fungsi pabrik secara permanen. Sebagai bagian dari pencarian solusi tersebut, pihak manajemen Volkswagen saat ini dikabarkan sedang melakukan negosiasi lanjutan dengan perusahaan pertahanan asal Israel, Rafael, untuk mengalihfungsikan pabrik di Osnabruck menjadi fasilitas produksi sistem pertahanan rudal.

Namun, di sisi lain, perjuangan mempertahankan hak-hak pekerja juga sedang memanas di anak perusahaan dan mitra penyuplai mereka, termasuk di ZF Friedrichshafen yang sedang berupaya menghapus tunjangan non-kinerja legendaris bernama Zeppelin-Zulage. "Wir wollen Leistung belohnen – nicht den Gang durchs Drehkreuz" tegas salah satu Manajer ZF. Pernyataan bernada keras tersebut langsung memicu reaksi dari serikat pekerja ZF yang dipimpin oleh Achim Dietrich, yang menegaskan kesiapannya untuk berjuang mempertahankan tunjangan tersebut di tengah situasi industri yang kian tidak menentu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author