Kiper Tanjung Verde Vozinha Gagalkan Kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026
Penampilan gemilang penjaga gawang veteran berumur 40 tahun, Vozinha, menjadi sorotan besar dalam laga perdana Timnas Tanjung Verde di Piala Dunia 2026. Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, debutan asal Afrika Barat tersebut sukses menahan imbang raksasa Eropa, Timnas Spanyol.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Atlanta Stadium pada Senin lalu, skuad Hiu Biru menggagalkan dominasi lawan dengan skor akhir 0-0. Vozinha menjadi pahlawan setelah meredam 27 tembakan langsung serta 11 sepak pojok yang dilancarkan oleh skuad La Furia Roja.
Hasil ini mematahkan prediksi banyak pihak yang memperkirakan laga akan berakhir dengan kekalahan besar bagi Tanjung Verde, serupa dengan tumbangnya Timnas Curacao dari Jerman dengan skor 1-7. Benteng pertahanan Hiu Biru yang kokoh membuat bintang Spanyol Lamine Yamal tidak berkutik meski masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-71.
Aksi memukau di lapangan hijau langsung melambungkan popularitas sang kiper di dunia maya. Jumlah pengikut akun Instagram pribadi Vozinha melonjak drastis dari 46 ribu menjadi lebih dari lima juta dalam waktu satu malam, melebihi jumlah penduduk Tanjung Verde yang berkisar 520 ribu jiwa.
Kiper yang lahir dengan nama asli Josimar Dias ini memiliki latar belakang nama yang unik. Ayahnya, Ze Pedro, awalnya berniat memberikan nama Jorge Valdano, terinspirasi dari penyerang legendaris Argentina pada Piala Dunia 1986 di Meksiko.
Namun, otoritas catatan sipil setempat menolak pendaftaran nama asing bagi bayi yang lahir di wilayah Tanjung Verde. Ze Pedro kemudian memilih nama Josimar, yang merujuk pada salah satu pemain menonjol Timnas Brasil di turnamen yang sama.
"Di dunia sepak bola, saya dikenal sebagai Vozinha. Namun, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Jorge Valdano dan Josimar, yang menjadi inspirasi di balik nama saya," kata Vozinha usai laga vs Timnas Spanyol dikutip dari laman FIFA.
"Orang-orang di Cabo Verde cenderung mendukung negara-negara berbahasa Portugis lainnya seperti Brasil dan Portugal. Pada akhirnya, ini semua tentang kecintaan pada sepak bola."
Kisah Masa Kecil Bersama Nenek
Nama panggilan Vozinha memiliki arti mendalam yang berkaitan dengan masa kecilnya di jalanan Tanjung Verde. Saat kecil, Josimar diasuh oleh kakek dan neneknya karena ibunya sibuk bekerja dan sang ayah harus mengikuti wajib militer.
Ketika bermain sepak bola jalanan melawan anak-anak yang lebih besar, Josimar sering terluka dan enggan menerima kekalahan. Setiap kali kalah atau terluka, dia selalu berlari pulang untuk mengadu kepada neneknya, sehingga teman-temannya menjuluki dia Vozinha yang berarti 'lari ke nenek'.
"Dulu aku sering banget kena hantaman, dan setiap kali aku nggak bisa membalasnya, aku pulang ke rumah dengan marah dan cemberut," kata dia.
Pencapaian satu poin bersejarah ini didedikasikan secara khusus untuk mendiang kakek dan neneknya yang telah berpulang dua tahun silam.
"Saya sangat bersyukur kepada orang tua dan kakek-nenek saya, yang kini menatap saya dari atas," kata Vozinha.
"Mereka yang membesarkan saya. Jika mereka masih hidup hari ini, they pasti akan sangat bangga pada cucu mereka. Itulah mengapa hal ini sangat berarti bagi saya. Ini adalah sesuatu yang telah diimpikan oleh orang-orang Cabo Verde sepanjang hidup mereka."