Wahana Keranjang Sultan Sukabumi Alami Tabrakan Akibat Kelalaian Pengunjung

Share

Wahana ekstrem Keranjang Sultan Langit di kawasan wisata alam Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi, mengalami insiden tabrakan antar-keranjang pada Minggu (14/6) lalu. Peristiwa yang sempat memicu kepanikan wisatawan di atas ketinggian 160-180 meter tersebut terjadi akibat kendala operasional, seperti dilansir dari Detik Travel.

Seluruh pengunjung yang berada di wahana sepanjang 523 meter di atas Lembah Purba tersebut dilaporkan selamat tanpa mengalami luka-luka. Salah seorang wisatawan asal Jakarta yang berada di lokasi kejadian, Abdul Rozak (33), merekam langsung detik-detik kemacetan di jalur keberangkatan wahana tersebut saat sedang berlibur bersama rekan kerjanya.

"Jadi saya lagi naik keranjang langit itu, pas kebetulan dari arah yang berlawanan itu ada keranjang yang berhenti dan di belakangnya ada lagi keranjang yang maju, jadi ketabrak yang di depannya," ujar Abdul Rozak, Saksi Mata.

Rozak menjelaskan bahwa situasi di jalur wahana ekstrem kaki Gunung Gede Pangrango tersebut sempat mengalami antrean akibat adanya keranjang yang terkendala saat ia mengambil perjalanan pulang.

"Pastinya harus ditingkatkan lagi untuk sistem pengamanannya. Iya (diduga) macet. (Keranjang sultan) arah berangkat, saya videonya arah pulang. Tapi alhamdulillah penumpangnya aman selamat semuanya," tambah Abdul Rozak, Saksi Mata.

Pihak pengelola kawasan wisata Suspension Bridge Sukabumi memberikan klarifikasi mengenai video viral tersebut. Direktur Utama PT Fontis Aqua Vivam, Marcelinus, membantah adanya malfungsi sistem atau kemacetan mesin pada wahana itu dan menyatakan insiden dipicu oleh ketidaksengajaan pengunjung yang menyenggol panel mekanis.

"Maju-mundurnya itu sama tamu. Jadi, tamu nggak tahu itu main diputar-putar kayak gitu. Di sebelah kanan tuh diputar, kan itu tuh buat muterin itu jalan sendiri.

Nah itu di atas di kanan diputar, sama tamu kesenggol sama siku. Jadi bukan karena macet atau apa, bukan," jelas Marcelinus, Direktur Utama PT Fontis Aqua Vivam.

Marcelinus menegaskan bahwa senggolan antar-keranjang tidak akan berdampak fatal hingga memutus tali baja atau menjatuhkan penumpang karena edukasi serta prosedur keselamatan ketat selalu diberikan sebelum peluncuran.

"Setiap orang yang naik, itu disampaikan semua dari safety apa segala macam disampaikan. Nah, mungkin kalau orang kan kalau di atas jadi rewas (panik/kaget) lah kalau di atas, udah di ketinggian, nah itu, akan lupa kayak gitu," ungkap Marcelinus, Direktur Utama PT Fontis Aqua Vivam.

Infrastruktur Keranjang Sultan Langit dipastikan menggunakan sistem keamanan ganda (double safety) berbasis standar panjat tebing internasional, termasuk penggunaan seat harness ganda dan sling baja berukuran 32 milimeter.

"Semua keranjang sultan itu, keranjang langit itu, semua tamu itu pakai safety. Semua pakai seat harness. Semua terkonek seat harness-nya double and ke atas semuanya udah ke line utama terkonek.

Dan itunya pun kita bukan pakai tali karmantel aja, itu udah pakai sling juga. Sling-nya aja pakai 32 mili dan double," papar Marcelinus, Direktur Utama PT Fontis Aqua Vivam.

Selain itu, komponen krusial seperti karabiner pengait diimpor dari luar negeri dengan sertifikasi uji kekuatan daya gravitasi ekstrem yang diklaim mampu menahan beban hingga 26-32 kiloNewton (kN) atau setara 2.600 kilogram.

"Sebelum dioperasikan juga sebenarnya udah ada pengujian. Pihak kita sebetulnya, semua jangan takut, tamu. Karena semuanya kita juga udah memakai standar ganda. Pengaman utama pun itu kan puluhan ton si kekuatannya, bisa dilihat dari konstruksinya," pungkas Marcelinus, Direktur Utama PT Fontis Aqua Vivam.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author