Wali Kota Bandung Tutup Alun-Alun akibat Hasil Renovasi Buruk
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menginstruksikan penutupan kembali Alun-alun Bandung karena menilai hasil proyek renovasi yang dikerjakan oleh pihak kontraktor tidak memuaskan dan mengalami kerusakan fisik.
Keputusan penutupan tersebut diambil setelah fasilitas publik itu sempat beroperasi secara terbatas pada akhir tahun lalu, seperti dilansir dari Detik Travel pada Kamis (18/6/2026). Proyek revitalisasi kawasan ini sebenarnya telah menyerap anggaran sebesar Rp2,8 miliar untuk pelaksanaan tahap pertama dan dilanjutkan sebesar Rp4 miliar pada pengerjaan tahap kedua.
Penghentian operasional dilakukan lantaran adanya indikasi kesalahan teknis yang melibatkan pihak pemberi serta pelaksana proyek di lapangan. Muhammad Farhan menegaskan bahwa penutupan ini menjadi langkah tegas agar infrastruktur yang bermasalah tersebut segera diperbaiki kembali.
"Alun-alun teh gini, kenapa saya tutup waktu itu, karena pekerjaan dari renovasinya jelek. Makanya saya tutup," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (18/6/2026), dikutip dari detikJabar.
Kondisi fasilitas publik yang baru saja diperbaiki itu justru terpantau mengalami kerusakan setelah sempat diakses oleh masyarakat umum saat momen liburan. Pemerintah daerah menuntut pertanggungjawaban penuh dari kontraktor pelaksana sebelum membuka kembali akses bagi warga.
"Bukan apa-apa, saya kan minta diperbaiki lagi. Terus terang, ini sebetulnya kesalahan dari, pemberi dan pelaksana pekerjaan. Jadi saya minta perbaiki dulu," kata Farhan.
Kerusakan yang terjadi dalam waktu singkat setelah pembukaan dinilai menjadi bukti bahwa kualitas pengerjaan fisik bangunan tidak memenuhi standar kelayakan yang diharapkan. Farhan menyoroti penurunan mutu kualitas infrastruktur tersebut.
"Ingat nggak, waktu liburan akhir tahun 2025, kan dibuka. Karena baru, raruksak. Karena memang pekerjaannya jelek," tambah Farhan.
Pemerintah Kota Bandung belum dapat memastikan tanggal pasti operasional Alun-alun Bandung akan kembali berjalan normal. Pemerintah daerah memprioritaskan perbaikan menyeluruh demi memastikan keamanan serta kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung.
"Pokoknya sampai betul-betul selesai dan layak," kata Farhan.